Kadrun
“Ya, begitulah resikonya sekolah dini di sekolah internasional. Bahasa pertamaku itu Bahasa Inggris bukan Bahasa Indonesia. Jadi, salahkan lah orang tuaku yang menyekolahkanku di sana.”
“Ya, kau kan memang anak pindahan dari Jakarta karena kebetulan saja bapakmu pindah ke Jambi. Tapi, waktu itu aku pikir orang Jakarta akan sangat berbeda degan kami orang dusun. Tapi kau tampak sama saja. Biar kau orang kaya dan orang kota, tapi kau terlihat dekil dan kusut sepertiku.”
“Sialan kau, Drun!”
Kadrun tertawa.
Sikat na Kabanata