Malam Terakhir di Singgasana
Dalam cahaya redup, orang yang dipikirkannya siang dan malam itu akhirnya muncul di hadapannya seperti mimpi.
Pria itu tinggi dan tegak, mengenakan seragam resmi merah tua berlengan lebar, dengan bordiran yang disulam di bagian dada, sabuk giok di pinggang, dan sepatu kulit hitam di kakinya. Di bawah pantulan lentera istana yang tergantung di atas kepalanya, penampilan orang itu tampak seperti bola api yang menyala-nyala, dan langsung menyulut keheningan di aula.