Wanita Yang Melamar Suamiku
“Aku juga suka kamu sudah bisa mengambil hati Mbak Nuri. Mbak Nuri pasti bisa meruntuhkan hati Ibuku. Besok, aku, Nek, Ayang, dan seluruh keluargaku akan datang untuk melmar kamu secara resmi kepada orang tuamu. Kamu mau, kan, menjadi permisuriku?”
“Mas?” sergahku tak percaya. Ini salam perpisahan, tapi kenapa jadi lamaran?
****