Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rasa

Rasa

“Owalah, jadi kamu gak megang uang saku sekarang?” “Sekarang masih, tapi tinggal dikit. Ya mungkin besok atau nanti sore. Ataya juga lupa uang yang sisa ada berapa.” “Oke, oke. Nanti Kyra temenin. Bilang aja kalo mau ambil ke gedung santriwan.”
104.3K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as baki rahen
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Nenek bilang bahwa banyak kenangan yang harus diingat dan rahasia yang harus diungkap, oleh Nala sendiri. Sudah dua tahun Nenek meninggal dunia, tapi ayah Nala baru memberitahukan wasiat itu enam bulan yang lalu, setelah Nala lulus SMP. Awalnya Nala tidak siap menerima warisan ini, namun ada hal lain yang memaksa Nala agar segera pindah dan memenuhi wasiat Nenek. Ini mengenai jati dirinya. Bahwa ia bukan manusia biasa, melainkan seorang Bareksa. Sebuah kaum yang memiliki kekuatan khusus, untuk melindungi daerah tempat mereka tinggal.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as baki rahen
Read
+Library
Mr. Rahasia

Mr. Rahasia

"Centong bengeus … Barbara jedong insecure, deh …" "Maksud nya?" tanya Aleeya yang sedang rebahan sambil melirik ke pria yang mencuci rambutnya. Ia yakin pria itu sedang berbicara pada nya karena tidak ada lagi orang selain mereka. "Cantik banget … Barbara jadi insecure." Translate pria itu. "Ohh … memang Barbara siapa?" tanya Aleeya kembali. "Barbara itu akika." "Siapa akika?" tanya Aleeya semakin bingung. Karena hanya ada dia dan pria itu di tempat ini.
83.5K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as baki rahen
Read
+Library
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Melihat Xander masih terdiam, Grace Song semakin cemas. Sebagai seorang nasabah yang memiliki saldo di rekening sebesar satu kuadriliun, pemuda sederhana ini bahkan bisa membeli sepuluh bank besar di negara Konoya ini. Apalah artinya sebuah bank seperti Bank Central Halilintar? Jika ia mau, dia dapat menyingkirkan semua orang yang sudah menyinggungnya hanya dengan sekali kedipan mata. Tangan Grace Song gemetar. Namun beruntung, pemuda itu bersuara pelan, tak terdengar marah.
1037.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as baki rahen
Read
+Library
Nafkah Batin Basi

Nafkah Batin Basi

Bab 29. Menolak Nafkah Batin “Basi” Pertahanan di mata Anwar jebol, air bening meleleh deras di sana. Pipi keriput itu basah seketika. Pria paruh baya yang tiba-tiba terlihat begitu ringkih itu merasa kian sesak. Apa yang dia risaukan sama sekali Amelia tak paham. Pria itu ingin menceritakan apa sebenarnya yang telah terjadi tanpa disadari oleh putrinya.
10100.6K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as baki rahen
Read
+Library
Rahim Sewaan Billionaire

Rahim Sewaan Billionaire

Bab 82 AIK “Bahkan ketika malam kau tidak pulang, aku bersabar, karena aku tahu, cinta itu tidak bisa berhenti,” ucap Bree, saat ini dia memulai manuvernya untuk meminta uang kepada Axel. Bree juga mengubah raut wajahnya menjadi sesedih mungkin. “Maafkan aku—yang tidak pernah memahami kamu, Bree,” ucap Axel dengan tenang, dia memeluk istrinya itu.
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 897 Times as baki rahen
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

ucap Arya Bahtera. Para peneliti itu mengangguk sekilas sebelum undur diri. Arya Bahtera lagi-lagi menatap kosong pada ruangan yang begitu sunyi. Tangan yang terlipat adalah tanda bahwa Arya Bahtera memendam sedikit rasa kesal. Dalam benak laki-laki paruh baya itu terus menanyakan tentang jalan rahasia yang bisa jadi diciptakan secara rahasia dan tidak diketahui olehnya. “Jangan harap kalian bisa menang dariku....”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as baki rahen
Read
+Library
RANIA

RANIA

Malam sudah hampir larut dan Rania masih berada di Bashcamp Lexa, Rania ingin pulang mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah dan lagi dia sudah mengantuk, tapi sedari tadi dia tidak bisa menemukan keberadaan Aurel. Rania memutuskan untuk memesan Taxi Online dan mengirimkan Aurel sebuah pesan singkat yang berisi bahwasannya dia akan pulang terlebih dahulu. Rania berjalan ke arah parkiran yang terhubung dengan pintu keluar dan kembali melihat ponselnya untuk mengecek apakah ada balasan atau pesan dari ayahnya yang menyuruhnya untuk pulang? Nothing. Rania memang terlalu berharap, rania kembali berjalan seraya memasukan Handphonenya ke slingbag dan " Aww kalo jalan bisa liat liat ga si "
105.7K viewsOngoingAdded to Library 221 Times as baki rahen
Read
+Library
Berbagi Rahim

Berbagi Rahim

Kemudian melempar beberapa lembar uang merah itu. "Baik, Nyonya," lirih Bik Lasmi seraya memunguti lembar demi lembar uang yang berserahkan di lantai. Melihat cuaca yang tidak mendukung tentu Bik Lasmi siaga membawa payung sekadar berjaga-jaga. Entah mengapa perasaan Bik Lasmi begitu tidak enak ketika keluar rumah, keadaan benar-benar hening. Bik Lasmi sempat heran lantaran tidak melihat Bahar yang biasa berjaga di pos satpam. Namun, pikiran buruk itu ia tepis dan segera berjalan ke supermarket yang jaraknya cukup jauh, bahkan Bik Lasmi harus menaiki ojek agar cepat sampai tujuan.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as baki rahen
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status