Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Matchmaking

Matchmaking

[Kalau kamu sakit hati, bilang ke aku, aku bakal ada buat kamu. "Hahahaha... andai lo pesulap Rel, gue pengen minta Bara balik ke gue lagi. Sayangnya permintaan gue nggak akan pernah terwujud." Mata Fairel berubah sendu, ia menenggakkan kepalanya, berusaha untuk menelan kembali air matanya, [Kamu mau itu?] "Ah apa sih Rel. Jelas, gue mau Bara yang sekarang udah jadi mustahil."
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Dear Nala

Dear Nala

Dia pasrah ketika Nita menarik lengannya, dan memintanya untuk masuk. Di dalam sana, Nala benar-benar merasa takjub. Ini semua adalah surga yang selama ini hadir dalam mimpinya. Keindahan yang selama ini hanya seperti bayangan semu, dalam kehidupan Nala. “Tante,” panggil Nita. Suara gadis itu menggema di ruang tamu yang luas. “Nita, kamu sudah datang?” Terlihat wanita paru baya yang tengah tersenyum kepada kedua gadis tersebut. Wanita yang sedang berjalan menuruni setiap anak tangga.
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Once in A Blue Moon

Once in A Blue Moon

Energi berbentuk kolom itu mengenai Bella dan membuatnya terlempar hingga beberapa meter. Tidak sampai disitu, Pricilla memanipulasi aura esnya menjadi sebuah gelembung besar berisi air. Gelembung itu mendatangi Bella dan memperangkap Bella di dalamnya. Bella yang berada di dalam gelembung air berusaha untuk keluar sebelum ia kehabisan nafas. "Nona Pricilla!! Tolong.. lepaskan Nona Bella.." pinta Lora. Bella terus memberontak, tapi tidak bisa memecahkan gelembung air itu. Ia mulai kehabisan nafas. Lehernya terasa seperti tercekik.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
BALAS DENDAM PRIA PENUH CINTA

BALAS DENDAM PRIA PENUH CINTA

tanya Anna. “Siapa yang bilang kalau kamu menyebalkan?” Anna tampak berpikir keras. Lalu dengan cepat menyebutkan semua teman wanita yang pernah dikenal dan mereka kenal berdua. “Mereka bilang kalau aku sok, menyebalkan. Apa kamu tahu kalau mereka menyebutku penyihir juga?” Wyatt berdiri sebentar, mengambil bukunya yang tergeletak di atas rerumputan. Ia duduk kembali di depan Anna, memperhatikan gadis cantik yang semakin hari semakin membuatnya gila.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

Malam pengantin yang diimpikan Bayu pun kandas begitu saja karena hal yang tidak ia duga. ---Galuh Arum---
1030.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

Jangan mimpi mulu! Muluk-muluk, enggak, sih, jika aku berharap jadi Cinderella? Aku ini kan sudah biasa hidup sengsara dari kecil. Makanya sekarang cita-citaku hidup bahagia. Menikah dengan pangeran tampan yang mempersuntingku. Aih, indahnya! ***
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Iblis Yang Mencintaiku

Iblis Yang Mencintaiku

“Lagipula, aku ingin bertemu manusia yang dibicarakan para periku.” Ilayda—istri Hope Nightray, sekaligus the Queen of Fairies—berjalan mendekat ke sisi Hope, sementara rombongannya—bagal putih berhias bunga, tiga anjing hitam bermata biru, dan Spriggan—menunggu di belakang.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Sarah pun mulai bergerak. Dengan napas dalam, gadis itu menenggelamkan kesadarannya dalam dunia ilusi. Di udara, cahaya ungu mulai berpendar. Dan dari kekosongan, seekor belalang sembah raksasa muncul—monster ilusi dengan warna ungu mengilap, seukuran pemimpin semut api itu sendiri.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Pengawal gay saya

Pengawal gay saya

everything that a baby could possibly wear or play with was there, and besides, they had other and more precious gifts to give her, which only children who have fairies for godmothers can ever hope to possess. they were all gathered round the heap of pink cushions on which the baby lay asleep, when a shadow seemed to fall between them and the sun, while a cold wind blew through the room. Everybody looked up, and there was the crab-fairy, who had grown as tall as the ceiling in her anger.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Leah dan Rahasia Sihir

Leah dan Rahasia Sihir

"Tidak, sebentar lagi kita akan segera tiba di Kerajaan Urora, tempat di mana para Fairies tinggal." "Kenapa kau mengajak kami ke sana?" tanyanya penasaran. "Karena para Fairies akan menyambut kalian dengan sangat baik. Kalian juga akan menyukai tempat itu, aku bisa menjaminnya" ungkap Blair. Leah hanya mengangguk, menyetujui ide Blair untuk membawanya ke istana. Namun ia masih penasaran dengan beberapa hal di pikirannya. "Blair, sebenarnya ada berapa kerajaan di negeri sihir?"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai balala the fairies
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status