Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Tidak, cukup sekali aku dijadikan bahan omelan gara-gara ‘melamar’ Om Kais di cafe tempo hari.
Kupeluk bantal, menatap langit-langit kamar. “Mending aku pura-pura sibuk aja,” pikirku. Tapi sisi penasaran di otakku tak mau diam. Bagaimana kalau yang mau dibicarakan itu penting?
Akhirnya, dengan nafas berat, kuketik balasan singkat.
📤Binar: “Waalaikumsalam, Dok. Maaf, nanti aku langsung ke kelas aja, ya. Soalnya pagi ini agak repot sedikit.”