Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARINDA

ARINDA

CucokStory
"Kamu tak berpikir jika aku akan membantumu secara percuma bukan?" Seketika raut wajah Arinda terlihat menegang, dia kembali mendongak menatap wajah Zayn. Arinda menelan ludah, seketika harapan yang sempat tergambar jelas di wajahnya hilang berganti dengan raut wajah pucat pasi. Apa? Apa yang Zayn inginkan sebenarnya? Sedangkan itu, Zayn tersenyum dalam hati melihat itu. Ah, ini sepertinya akan menyenangkan. Bahkan dia belum mengatakannya dan gadis itu sudah terlihat ketakutan. "Apa? Apa yang kamu inginkan dariku? Aku bahkan sudah tidak memiliki apa-apa lagi?" tanya Arinda serak, terdengar malang. Zayn mengangguk-angguk percaya. Dia kemudian menatap dalam bola mata Arinda yang basah.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Karena adik kembarku lemah sejak kecil, semua orang selalu memihak padanya. Hari itu badai salju menutup seluruh gunung, helikopter penyelamat hanya menyisakan satu kursi. Aku menggenggam hasil diagnosis kanker stadium akhir di tangan, bersiap untuk menyerahkan kesempatan hidup terakhir itu kepada adik kembarku. Namun, tiba-tiba dia memegangi kepala dan berteriak pusing. Dalam sekejap, seluruh keluargaku langsung mengerubunginya, lalu bersama-sama mendorongnya masuk ke kabin helikopter. Suamiku bahkan menepuk lenganku yang patah dan berkata pelan, “Sevy, kamu tunggu giliran berikutnya.” Putriku pun melempariku bola salju sambil berteriak, “Tante lebih butuh diselamatkan, kamu jangan rebut!”
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Rumah Tanpa Buah Hati

Rumah Tanpa Buah Hati

Mas Khalid
Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Oktana
Luna mendapat keajaiban saat ia berumur dua tahun. Ia sekarat dan hampir meninggal kalau saja papanya tidak memberikan kalung dengan kristal matahari yang ajaib. Kristal itu membuatnya hidup dan sehat seperti anak-anak lainnya, bisa bermain dan belajar di sekolah. Sayangnya, kristal itu juga memberinya kekuatan yang membuatnya tidak punya teman. Luna bisa mengeluarkan bola cahaya dari kedua tangannya, juga memukul orang dewasa sampai pingsan. Karena itu ia dijauhi teman-teman sekelasnya, dan dijuluki sebagai si anak monster. Sampai akhirnya ia mendengar nama Garda Patriot: kelompok orang-orang yang punya kekuatan ajaib sama seperti dirinya dan memaka kekuatannya untuk meli
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

“Kok anak-anak manggil kamu ‘Kak Can’?” tanya Ben, memandangi wajah memikat itu. “Memang nama kamu siapa, sih?” “Modus!” “Oke, kalau gitu biar aku tebak. Candra, Canda, Candi, Can ... tik?” Dari responsnya yang sempat membeku, Ben kembali berceletuk. “Wow, bener ya, kamu Cantik?” Bola mata gadis itu bergulir, melirik galak pada Ben. “Bukan!” Pertemuan pertama mereka yang absurd membuat keduanya terus menerus dipertemukan tanpa sengaja. Cantika adalah tetangga yang tinggal beberapa blok dari rumah Ben. Menurut Ben, semua yang ada di tubuh gadis itu tampak memesona. Tatapan matanya, bibirnya, bentuk tubuhnya, gerak-geriknya, suaranya, bahkan semuanya, terlalu seksi untuk diabaikan. Ditamb
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Zombieing

Zombieing

nadiinath
~ZOMBIEING~ "Bian tuh zombie" ucap Naira bersungut-sungut. Pikirannya melambung membayangkan pertemuan tak mengenakkan dengan iblis itu. "Hah? Maksud lo?" "Uda mati terus bangkit lagi" "Mati suri gitu?" Naira memutar bola matanya malas, kemudian menghembuskan nafas keras. Berbicara dengan Silla memang membutuhkan tenaga ekstra. Sabar-sabar. "Dia uda mati, ilang di telan bumi. Eh tiba-tiba hidup, muncul, dan ngeracau di dunia gue. Sama kayak zombie ngga sih" "Oooh. Emang dia bawa virus? Kok lo namain zombie" "Iyalah. Virus merah jambu. Kan berabe kalo gue terjerat pesonanya lagi" "Ciee, bilang aja belum move on" Silla tertawa geli sambil menyolek gemas dagu sahabat baiknya. Ia langs
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah

Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah

Donny akhirnya menyetujui permintaanku untuk menikah. Dia secara khusus memintaku untuk berpakaian rapi dan mengatakan jika dia sudah menyiapkan kejutan untukku. Namun, saat aku datang dengan pakaian terbaikku, ternyata tidak ada pengantin pria di acara pernikahan. Donny berbalik dan tersenyum kepada adik tiriku di sampingnya. "Kamu bilang pernikahan itu rumit dan membosankan. Hari ini, aku tunjukkan pernikahan yang seru padamu, bagaimana menurutmu?" Pembawa acara pernikahan pun mengumumkan dengan suara lantang, "Pernikahan ditunda." Sahabat masa kecilku bahkan menarik bola air yang sudah disiapkan sebelumnya dan menjatuhkannya di atas kepalaku, hingga membuat seluruh tubuhku basah kuyup. Do
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Pocong Andong Penjemput Jiwa

Pocong Andong Penjemput Jiwa

Desi Diah PangestiMisteriIblisSantetKutukan
Berminggu-minggu beberapa desa tampak seperti desa mati setelah malam tiba. Hal itu disebabkan karena banyaknya orang meninggal yang ditemukan pada pagi harinya dalam keadaan telungkup. Menurut kabar yang berbedar, mereka meninggal setelah bertemu pocong berwajah hancur dengan kedua bola mata merah besarnya. Kedatangan pocong tersebut juga selalu disertai dengan bunyi gemerincing andong, padahal di desa mereka sama sekali tidak ada yang mempunyainya. Jelas saja itu adalah andong gaib yang tengah ditunggangi oleh pocong penjemput nyawa. Hingga suatu malam, tepatnya pukul 20.10. Arkan yang baru saja pulang mengerjakan tugas di rumah temannya itu dibuat
91.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Setelah kepalanya tertembak, Elina bukannya mati justru malah terbangun di dunia yang asing dan tubuh yang asing. Dengan bola mata berwarna coklat terang kemerahan sangat kontras dengan rambutnya yang berwarna merah. Nama wanita, ah- atau kita sebut saja dia gadis? Kenapa? Karena, meskipun statusnya seorang istri tapi suaminya belum pernah sekalipun menyempurnakan pernikahan mereka. Dia adalah Elena Van Padrisa. Meski begitu, status istri yang di sandangnya tak main-main. Karena sang pemilik tubuh merupakan istri dari seorang miliarder bernama Liandra Van Padrisa. Jadi, dia harus senang atau sedih? Dengan status istri sang miliarder yang tak di anggap keberadaannya itu? .... "H
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Malam Panas dengan Dosen Tampan

Malam Panas dengan Dosen Tampan

Claire, seorang mahasiswi seni rupa, melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya. Awalnya, ia hanya ingin merasakan satu malam kebebasan setelah dipaksa menikah dengan pria tua demi melunasi hutang adiknya — semua karena desakan orang tuanya. Pria yang tidur dengannya di malam itu ternyata Devon Atmawidjaya, seorang pematung yang jadi dosen tamu selama dua semester di fakultas seni rupa tempat Claire berkuliah. Mati-matian, Claire menampik pesona Devon, tetapi semuanya sia-sia. Dia jatuh juga ke pelukan dosennya sendiri, padahal Claire sudah bertunangan dengan pria pilihan orangtuanya! Mereka lantas terperosok ke dalam hubungan rahasia yang berbahaya. Ketika Claire sudah mempercayai De
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai bandar bola terpercaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status