Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Era Baru

Era Baru

Tanpa ada kemampuan menyembuhkan diri, kemampuan Anta Sukmajang tidak begitu memengaruhinya. “Uhuk!! Uhuk!! Bluargh-“ Barata memuntahkan darah setelah batuk beberapa kali, dadany tidak begitu nyaman dan terasa sangat nyeri. Dia berjalan dengan terhuyung-huyung, tapi pandangannya jelas ketika mendekati Anta Sukmajang. Pakaiannya basah akan peluh dan dia tidak begitu baik saat dia mendekatinya.
1057.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

Pantas saja ia tidak pernah hamil. Mawar masuk dibantu oleh Bayu. Tatapan sinis begitu terlihat dari sorot mata tajam Asti. Mawar tidak peduli karena dirinya memang sedang berada di atas angin. Karena dirinya sakit, Bayu jadi memperhatikannya. Berbeda dengan Asti, ia sangat muak melihat wajah Mawar. "Ti, tolong buatkan bubur buat Mawar," perintah Bayu.
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Untungnya, itu bukan bau bangkai, tetapi aroma lembab karena ventilasi yang kurang baik serta bau busuk dari makanan yang sudah basi. Terlihatlah seorang wanita kurus kering yang kulitnya sangat pucat, kedua tangan dan kakinya diikat dengan rantai besi. Tubuhnya terhimpit dalam keadaan kaku. "Henny!" seru Kusno sambil buru-buru mendorong kursi rodanya ke samping tempat tidur.
9.5977.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.3K kali sebagai bantal busuk
Tampilkan Ulasan (394)
Baca
+Pustaka
Alina Tamrin
kalau pak Rudi ada hubungan keluarga dgn Selena apa mungkin orang yg selama ini ada di belakang layar yg ingin membunuh Selena adalah ibu Mira yg TDK ingin Pak Rudi mengetahui kalau Selena adalah keluarganya!. cepat dong perbaharui babnya penasaran nih lanjutatannya ... seru buanget ceritanya .........
Siti Ety rumiyati
Ceritanya sepertinya bagus awl baca jg kok bgs ini ceritanya tp pas lihat babnya banyak bangeeets jd mundur hehe pengin cerita yg tdk trll panjang pengin lht Selena n harvey bahagia kl panjang gini sepertinya banyak tarik ulur bahagia,jatuh lg d angkat lg bahagia jatuh lg dst nya. Btw,Smangat author
Baca Semua Ulasan
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Itu cukup empuk juga untuk dijadikan bantal. Begitu Bisawarna berbaring di atas buntelan kain bawaannya, ia merasa ada benda keras yang mengganjal kepalanya, sehingga ia pun terpaksa duduk kembali dan memeriksa isi bekal itu. Ia tidak merasa memasukkan benda keras ke dalam buntelan itu. Hanya pakaian saja yang ia masukkan.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
Selir Medis Penguasa Langit

Selir Medis Penguasa Langit

Ada bercak busuk berwarna hijau muda di punggung tangan, sepertinya akan membengkak dan membusuk dalam beberapa hari. Sebelumnya, tungku arang ditempatkan di sini, tetapi setelah tungku arang dilepas, pintu dan jendela ditutup, sehingga angin tidak bisa masuk. Jika bukan karena cuaca dingin, mungkin jenazahnya sudah membengkak.
9.85.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116.1K kali sebagai bantal busuk
Tampilkan Ulasan (2060)
Baca
+Pustaka
Nitte Nitt
The best ever story.. dalam banyak2 novel yg saya baca, ini my TOP 1 novel 100...️...️...️...️...️...️. Jalan cerita sgt menarik, bijak, dan paling pentg tidak pernah bosan dan mengelirukan. Saya ingin mengenali penulis novel ini. Sentiasa memberi idea yg terbaik dlm novel. Sangat memuaskan utk d baca....️‍...️‍......
HER MAN
oooomg.... author love ... you banyak banyak......... hhhhh gue suka kalo Sera lagi marah terus tu tongkat kekaisaran dibawa2 kemana dia prgi...... gue ingat terakhir yg di pukul pake tu tongkat pangeran ke 6 atau ke 7 nya ......aaa aku lupa... kenapa raja ke 3 kayak gitu nya?... ngomong2 Sera yg asli kmn
Baca Semua Ulasan
Rahasia Suamiku dan Keluarganya

Rahasia Suamiku dan Keluarganya

tanya Kak Dimas. "Ayo kita samperin," sahut Mbak Wati sambil menggenggam tanganku. Kami pun melangkah mendekat, dan dalam beberapa langkah tercium bau busuk yang begitu menyengat. Saat kami melangkah semakin dekat dapat kulihat darah bercampur nanah merembes dari sela-sela perban yang melilit tubuh Sulis. "Buset, bau banget sih!" Mbak Wati menutup hidung.
1099.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
Madu Suamiku

Madu Suamiku

"Ya sebisa mungkin di tahan. Kalau di garuk bahaya, apalagi kalau misal tangan bapak kotor. Jadi kena infeksi lagi." "Kayak busuk gitu di amputasi ya Sus?" tanya Dinda seolah sengaja. dan membuat Dimas membelalakkan mata. "Ya... Bisa saja, kalau sudah terlanjur parah. Biar tidak menular ke anggota tubuh lainnya juga," "Termasuk ANU nya kan sus? Tadi kan Anu nya juga gatal dan bernanah ya?" "Heh, ngawur kamu itu!" ucap Dimas kesal.
8.219.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
Kebohongan Busuk Suamiku

Kebohongan Busuk Suamiku

tanya Damar dengan gigi gemeletuk, rahang mengeras dan tangan mengepal. “Mencari masalah apanya, kak? Aku hanya meminta hakku selama ini. Toh aku juga memiliki saham yang sama denganmu, Kak. Bahkan, Mas Edo dan Mbak Gendis sudah mendukungku,” seringai Bayu tersenyum misterius.
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
TERHALANG RESTU MASA LALU

TERHALANG RESTU MASA LALU

Warna pada tembok itu sudah memudar dan menunjukkan cat yang sudah keropos dan butirannya bertaburan di lantai. Ia menatap ranjang tempatnya berbaring terasa keras seperti kasur jaman dulu. Dipan besi dengan bentuk kelambu berderit ketika ia bergerak. Ketika melihat bantalnya, baru mata Sani terbelalak. Bantal tersebut berwarna pink luntur dengan motif jadul bunga anyaman, di satu sisinya ada renda putih yang mengelilingi. “Aku mimpikah ini??” teriaknya
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Dia tak kutemukan. Tapi menurutku dia belum jauh dari sini. Sebab tadi kulihat jalannya tertatih-tatih lamban sekali." Baraka tarik napas panjang, iaiu berkata, "Sudahlah. Tak perlu dicari lagi. O, ya... mana Pande Bungkus tadi?!" Sebelum Jelita Bule menjawab, Pande Bungkus keiuar dari semak-semak dengan wajah pucat. Tangan kirinya pegangi siku kanan. Tangan kanan itu mengejang kaku dalam keadaan bengkak membiru. Wajah tampan Pande Bungkus tampak sedih bercampur takut.
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bantal busuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status