Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

tambah yang lain, membuat gelombang tawa makin bergemuruh. Wajah petarung itu semakin merah padam, air matanya jatuh bercucuran. Ia mencoba menahan rasa malu, tetapi tubuhnya terus bergetar seperti daun tertiup angin badai. Tenggorokannya tercekat, lalu ia batuk-batuk hingga memuntahkan darah. Beberapa giginya copot, bergulir ke tanah, memperburuk wajahnya yang kini terlihat sangat menyedihkan.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
Kissing Partner Sang Tuan Muda

Kissing Partner Sang Tuan Muda

Ucap nya terbata - bata, air mata pun tanpa Johan sadari keluar dari ujung matanya. "Ssssstts ... Diam lah dan jangan menangis!!" Ucap Bara masih dalam mode membunuhnya. Xavier tahu saat ini dia tidak bisa menganggu Bara saat jiwa jiwa pshyco Bara keluar seperti saat ini.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
ALARICK

ALARICK

Saat ini dia hanya harus terus tersenyum untuk menutupi raut wajah aslinya. “Ya, mungkin maksudmu selamat menempuh hidup baru dalam neraka.” Bukan berarti Alarick seorang psikopat yang akan menyiksa fisiknya setiap waktu, melainkan siksaan batin yang harus Nerissa rasakan setiap waktu pasti akan lebih menyakitkan. Rasanya saat ini wajahnya sudah mati rasa karena terus tersenyum sepanjang acara, namun hanya ini yang bisa dia lakukan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Batari tidak peduli pada luka baru di lututnya; ia justru memukul-mukul tanah dengan kepalan tangan yang gemetar. “Aaaaaaaaaakkkkhh!” Batari meraung. Sebuah jeritan yang mengoyak sunyi malam, menyuarakan rasa kotor yang seolah merayap di bawah kulitnya, menodai setiap pori tubuhnya. Freya hanya bisa terisak namun lengannya memeluk Batari erat, membiarkan air matanya sendiri jatuh membasahi bahu Batari yang memar. Freya tidak bicara bahwa ia pun hancur.
10428 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
Tears

Tears

BUGH! Raven memukuli dadanya sendiri sekuat tenaga. Semakin sakit rasanya, makin semakin puas rasanya. Dia ingin menghukum dirinya sendiri atas musibah dan kesusahan yang dibebankan pada bahu kecil putrinya. Setelah tenaganya habis Raven mencium sayang kening putrinya yang tampak tertidur lelap karena kelelahan. Raven mengambil gel pereda memar di dashboard mobilnya. Kemudian dia mengoleskannya pada bekas-bekas kepemilikan pria keparat itu tipis-tipis dan merata. Tangan Raven bergetar, dia nyaris tidak sanggup mengoleskannya pada tubuh putrinya. Dia terlalu sakit hati membayangkan buah hatinya diperlakukan dengan tidak manusiawi seperti itu. Raven tergugu dan tersedak oleh air matanya sendir
1078.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
Gairah Pernikahan CEO Dingin

Gairah Pernikahan CEO Dingin

lirih Adelia pedih. Tanpa sadar, Carlton tertawa, hingga dia menyadari Adelia sudah menangis. "Hei! Babe, kenapa kamu menangis?" tanyanya mendekati Adelia, “Apa aku perlu panggillan dokter atau.... " Namun belum selesai Carlton bicara, Adelia langsung mendorong dadanya. "Semua gara-gara kamu! Bajuku hancur bagaimana nanti aku pulang!" keluh Adelia yang terus menangis.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
Batal Akad

Batal Akad

Ya Allah, jangan! "Dasar bocah tengil! Bangun aku bilang! hiks...hiks" Parni menangis sambil mencengkeram lengan baju kaus Ali. ****
9.921.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
PELAYAN RESTORAN ITU, ISTRI BOS

PELAYAN RESTORAN ITU, ISTRI BOS

Batari berlari cepat, memuntahkan isi perutnya yang hanya cairan putih saja. Perempuan itu merasa lelah dengan serangan mual muntah yang dialaminya. Ia sampai berjongkok di lantai dekat wastafel. Air matanya berlinang. Batari kesal sekali dengan dirinya yang terlalu sensitif. Ada gemuruh di dalam dadanya saat menyaksikan Xabier dan Serafina bermesraan.
10207.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.3K kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

ucap Sumiye, “Satu lagi. Orochi, Eiko, jangan menaruh rasa sedih kalian untuk seorang anak yang lahir atas kesalahan dan hawa nafsu yang tidak sah. Aku permisi. Ayo, Mia.” Wajah Pak Orochi memerah, rahangnya mengatup dengan keras tanda emosinya tidak bisa dipendam sehingga menciptakan gerakan mendadak untuk berdiri. “WANITA SIALAN! WANITA IBLIS! BERHAK APA KAU MEMBUNUH PUTRIKU?! BEDEBAH, KAU PANTAS MATI UNTUK SEMUA INI!” murka Pak Orochi tidak bisa diredakan dengan apapun. Dari kata-kata makian untuk Sumiye dan kata-kata penyesalan untuk dirinya dan Minra, lengkap menjadi lolongan tak berkesudahan. Putri tertuanya hanya bisa menangis dipelukan Eguchi yang bertugas memberi ketenangan pada Eik
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

ucap mas Bara menangis. "Allahuakbarrrrr.... Allahuakbarrrrr..." Ucap mas Bara menangis saat satu persatu batu terlempar dan mengenai tubuh nya. Ia memejamkan mata menahan sakit. Begitu pilu kudengar suara takbir yang keluar dari mulut mas Bara. Aku menggeleng , badan ku bergetar melihat pemandangan sadis yang ada di hadapan mata ku.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai battler crying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status