Dendam Dan Pengkhianatan
“Diaaaaam, plaaaaaak....!!”
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Gendis begitu kencang dan bertubi-tubi, hingga Gendis yang tak tahan lagi dengan pukulan keras itu tak sadarkan diri. Bagai binatang buas, mereka yang memang tak punya hati nurani lagi bahkan tak perduli pada tubuh dan nyawa gadis itu, tetap menyalurkan nafsu di tengah Gendis yang saat itu benar-benar tak berdaya.
“A-aku, aku laaaagi.....”