Sang Penjaga Pajajaran
Ratih menjawab dengan lembut, “Rasa adalah keseimbangan. Dan sekarang, dunia kita tak lagi hanya milik manusia, tapi juga mereka yang dulu hanya hidup dalam doa dan cerita.”
Para penduduk terdiam. Di antara mereka, seorang anak kecil berlari ke arah batu besar yang menancap di tepi hutan. Ia menatap batu itu dengan mata bulat, lalu berkata polos, “Ibu, batu itu menangis.”
Semua berpaling. Dari celah batu besar itu, memang tampak tetesan air bening jatuh perlahan, tentu saja bukan air hujan, tapi seolah air mata bumi sendiri.
Hot Chapters