Batu Akar Raja
Dia menggigil bukan karena dingin, melainkan karena mendengar suara bisikan yang menyebutkan nama keluarganya yang telah lama meninggal, memintanya untuk kembali ke dunia atas dan tidak lagi ikut campur dalam perjuangan ini.
Raden segera mengangkat Batu Akar Raja ke udara, dan cahaya keemasan yang keluar dari batu tersebut menyebar ke seluruh lorong, menghancurkan ilusi yang muncul di sekeliling mereka. Pintu yang tampak terbuka menghilang, kembali menjadi dinding batu yang kasar, dan suara bisikan pun sirna seiring dengan kilatan cahaya dari batu sakral tersebut. Jaka menghela napas panjang dan mengusap dahinya yang berkeringat dingin, sedangkan Genta mengangkat tombaknya kembali dengan tan
Chapitres populaires