Bisikan Tengah Malam
"Saya tidak secerdas yang anda bayangkan, Pak Prana. Tapi ilmu saya harus dibagikan kepada semua orang tanpa tebang pilih. Anak-anak itu cikal bakal generasi kita nanti, mereka butuh pondasi yang kokoh sejak awal. Apalagi di pemukiman kumuh seperti wilayah saya berdakwah, orang paling kaya cuma Pak Samiran. Tak ada satupun pendakwah pernah masuk ke tempat itu sebelumnya, jadi saya isi dakwah di sana. Kalau jadi Ustadz cuma ingin populer agar dikenal dan dipuja, itu bukan Ustadz. Tapi manusia kurang ilmu yang dibisiki hasutan iblis..."
Prana tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala. Dia makin kagum dengan Ustadz yang baru beberapa lama dikenalnya ini. Wawasannya ternyata sangat luas, mesk