Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tes

Tes

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as ben ten
Read
+Library
BENALU

BENALU

Benalu part 95 POV 3 Dreett dreet dreettt gawai Tina bergetar. Tak berselang lama berbunyi. “Ma, tolong lihatkan siapa yang menelpon?” pinta Tina kepada mamanya. “Iya, Sayang,” ucap Jeng Sella, kemudian langsung mengambil gawai yang masih di saku baju Tina. “Astaga!” ucap jeng Sella saat melihat siapa yang menelpon.
9.949.8K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as ben ten
Read
+Library
Sadena

Sadena

Gue nggak mau mengecewakan lo, Sel. "Sepuluh." Dan wasit mulai menghitung mundur jawaban Sadena. Suasana kian tegang. Para penonton kompak bersorak 'bangun-bangun' sekeras mungkin. "Sembilan... delapan..." Sadena masih diam, mata cowok itu berulang kali terpejam. Sesekali ringisan keluar dari mulutnya. Steve mengusap gusar wajahnya. "Dena, ayo bangunn." Suara lembut itu.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 308 Times as ben ten
Read
+Library
BEHIND

BEHIND

Bodoh! Pria itu memalingkan wajah, melirikku dari ekor mata. Jika ia benar-benar hendak membunuhku, pasti sudah ia lakukan tanpa harus membantuku ke luar dari celah tanah itu, 'kan? Ben. Seingetku namanya Ben Hardy. "Boleh kupanggil kau Hardy?" Ia tak menjawab, malah melangkah mendekat. Suara langkah kakinya sekarang bak simfoni kematian yang mengiringi jasad ke tempat kremasi.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 283 Times as ben ten
Read
+Library
BENALU

BENALU

"Dengar baik-baik, Bu. Bik Karmi ini pekerja senior di sini, selama bekerja puluhan tahun, tak pernah dia membuat kesalahan. Dan kami pun tak pernah berlaku semena-mena pada semua pekerja di sini." Tiba-tiba si Vena datang dari dalam, dan langsung menghampiri Bik Yati, dan melayangkan sebuah tinju diperut wanita bertubuh kurus itu. "Tau rasa kamu pembantu hina!" teriak Vena yang kembali melayangkan tanganya, namun berhasil di cegah oleh pelayan lain. "Hey, kamu! Ngapain kamu ikut campur? Mau kugampar juga?!" Vena membelalakan mata pada Hasan, tukang kebun di rumah ini.
30.9K viewsCompletedAdded to Library 710 Times as ben ten
Read
+Library
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

Begitu sampai, dia memarkir motornya di halaman, berjajar dengan motor lain dan sebuah mobil mewah. Gilang menenteng helm full-face seharga dua jutaan di tangan, dan masuk ke dalam gedung yang masih sepi itu. Denting kaca terdengar dari area bar. Seorang pria muda bercelemek tanpa kaus dalam, tampak sibuk mengelap gelas-gelas. "Woi, Lang! Kenapa nggak nongol kemarin? Lo ditanyain tuh sama Tante Sarah!" seru Bima lantang. "Katanya dia kangen sama rudal anaconda berondongnya!"
1046.9K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as ben ten
Read
+Library
Bintang

Bintang

07. Bulan Hilang “Hai, kita bertemu lagi Bulan.” Ucapan seseorang dari arah samping kanan membuat Bulan menoleh dan Bintang juga. kedua nya memutar bola mata nya malas melihat seseorang itu yang tersenyum smirk tapi bagi Bulan itu sangat menjengkelkan. Bulan ingin mencabik-cabikkan wajah songong nya. Dia, Ciko ketua geng Cancer.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as ben ten
Read
+Library
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMEN TAPI DEMEN 27 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Di tempat lain, Soni masih memandang langit malam yang berhiaskan ribuan bintang. Menatap kilauan cahaya mereka yang tak terhitung dari bawah membuatnya berpikir keras bahwa kehidupan bisa terlihat indah dari sisi luar. Bintang-bintang itu berhasil menyembunyikan segala rupa dan wujudnya dengan baik. Agar bisa selalu terlihat cantik dari bawah. Untuk memberikan segala keindahan semesta.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as ben ten
Read
+Library
Tanda Cinta Tuan Benjamin

Tanda Cinta Tuan Benjamin

Rhea menutup wajahnya yang malu, pikirannya tiba-tiba berisik. “Ah!, aku jadi teringat dengan apa yang kami lakukan di ruang kerja Ben tempo hari.” “Sepertinya, Ben menyukai hal-hal vulgar semacam itu. Dia begitu agresif dan na-nakal…” “Pribadinya terbilang sangat berbeda dari penampilan luarnya yang tampak begitu tenang dan elegan dengan wibawanya.” wajah Rhea memerah dengan pikiran yang melayang.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as ben ten
Read
+Library
Sentuhan Candu Tuan Benji

Sentuhan Candu Tuan Benji

"Kenapa belum tidur, Lily ...." Benji menghela napas panjang guna meliris sesak sesaat memasuki ruang tengah rumah yang temaram dan sepi. Hanya ada pencahayaan dari lampu teras serta televisi yang menyala di sana. Menampilkan iklan rokok yang hanya akan muncul di jam-jam tertentu. Jam yang jelas saja sudah menandakan larut malam.
1091.3K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as ben ten
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status