Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tenebrarum; Tumbal Leak

Tenebrarum; Tumbal Leak

Ia tampak kesulitan duduk bersila karena perut buncitnya sedikit mengganjal. "Menurut orang-orang tua kita dulu, ada banyak penyebab orang bisa jadi leak atau tuselak. Bisa karena sengaja menuntut ilmu leak dengan mempelajari lontar pengeleakan, bisa juga karena diturunkan atau diwariskan secara terang-terangan, bahkan tanpa sepengetahuan calon penerima pun bisa," jawab Pak Umar.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
TETANGGA BARU

TETANGGA BARU

******* POV Fano Aku mengendarai mobil menuju perumahan tempat tinggal Jihan kembali. Setelah selesai mengisi bensin mobil yang tidak sampai lima menit. Mba Tami, Kakak perempuanku, memintaku mengantarkan obat penurun panas untuk anaknya. Mau tak mau, aku pun ke apotek terlebih dulu untuk kemudian mengantarnya ke rumah Mba-ku itu.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Sangat rapi. Dengan perasaan campur aduk antara penasaran dan was-was, Ruby menarik simpul pita merah itu. Kotaknya terbuka. Aroma wangi lavender langsung menguar dari dalam. Di dasar kotak yang dialasi dengan serutan kertas pelindung, terdapat sebuah keyboard mekanik (mechanical keyboard) keluaran terbaru yang harganya Ruby tahu mencapai jutaan rupiah.
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Mata biru cerahnya tajam, geraknya efisien, dan diamnya terasa seperti peringatan. Batari mendapatkan hak yang sama seperti Seline: kartu kredit tanpa batas, kartu debit tiga digit dan seorang asisten pribadi untuk memastikan ia tidak jatuh… atau dijatuhkan. Hadiah yang manis, dengan rasa logam di ujung lidah.
10578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Takut kalau perempuan itu berbuat nekat atau mengurung diri berhari-hari yang menyebabkan dirinya depresi. Dengan sekali tarikan napas. Akhirnya Vitaloka mengangguk mengiakan ajakan Ika. Ika menuntun Vitaloka menuruni anak tangga. Dada Vitaloka bergemuruh hebat melihat betapa banyaknya tamu yang berkumpul. Vitaloka menyelipkan anak rambut ke beakang telinga. Merasa risi ketika di tangga terakhir, tatapan para tamu kini tertuju padanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
The Nine Tails of Time Traveler

The Nine Tails of Time Traveler

sebut Felix. “Ya, inilah benda yang sangat unik dan belum pernah ditemukan selama ini,” tutur dari MC—si pembawa acara. Seorang pria yang memegangi Mic—pengeras suara. Berjalan memutar di dekat Felix berada. Memosisikan tubuhnya menghadap ke seluruh tamu yang terlihat kagum pada benda tersebut. “Kita mulai dari sepuluh juta dengan waktu sekitar satu menit,” sebut si pembawa acara itu memulai.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

jelasnya. "Memangnya apa yang dikatakan Ki Amar?" tanyaku. "Katanya, hanya keturunan ketujuh yang memiliki tanda lahir istimewa di belakang telinganya yang bisa mencabut kujang di batu itu," paparnya. "Dan dia bilang jika itu saya?" "Ki Amar hanya menjelaskan ciri-cirinya saja dan setelahnya saya teringat pada Teteh yang memiliki tanda lahir unik di belakang telinga."
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

Aku membaca isi kertas tersebut ini isinya, Dear Cindy, Aku minta maaf ya sama kamu aku harus pergi dalam kehidupan baru aku kamu jangan sedih terus ya jangan nangis kalo ada masalah telfon aja insya Allah aku masih bisa nemenin kamu sekali lagi aku minta maaf ya cin. Dari tata. "Astaghfirullah tata kemana ya" "Maaf mbak tata mau kemana ya kok pamit ke aku" "Tata mau nikah"
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
TITISAN

TITISAN

Makhluk itu terus mendekat. Faisal menggigil dan mulai menangis ketakutan, hanya beberapa langkah saja makhluk itu sudah dapat menjangkaunya. Dari jarak sedekat ini ia bisa melihat dengan jelas wajah makhluk yang pernah menculiknya ke alam gaib itu. Sosok dengan tinggi hampir dua meter, tubuh penuh bulu lebat dan air liur yang terus menetes. Tidak hanya itu, ternyata gigi makhluk itu semuanya taring yang lancip.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai ten-tails
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status