Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikahi Gadis Malam

Menikahi Gadis Malam

"Astaga! Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan pria itu!" ucap Alin saat melihat gerombolan pria sangar berpakaian serba hitam dengan gerakan tegas itu. Alin kini berada di kamar lantai dua, bangunan megah itu. Melihat banyak gerombolan pria itu membuatnya bergidik ngeri, sambil menggigit bibir bawahnya. Ia masih berdiri tegang di samping tirai jendela kaca itu. "Tapi, perjanjian itu sudah terjadi, dan akad akan berlangsung lima belas menit lagi, oh Tuhan!!!" Alin akhirnya kembali ke ranjang king size yang sudah didesain seperti ranjang pengantin dengan sepasang handuk yang di bentuk sepasang angsa di tepian-nya itu. Suara derap langkah kaki yang terdengar semakin mendekat ke kamar itu membuat suasana semakin tegang, matanya pun tampak awas memandangi pintu bercat putih itu. 'Krieek' "Permisi Nona! Kami MUA yang di bayar oleh tuan Rizan untuk merias Nona!" Kini, Alin agak bernafas lega. lalu ia tersenyum getir memandangi tiga orang wanita yang membawa koper make up itu. Bagaimana kelanjutan kisah Alin dan Rizan? Yuk, baca ceritanya sampai tuntas 😊
10671 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas

Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas

Amy tidak menyangka suaminya yang sangat dia cintai dan percayai selama bertahun-tahun akan berselingkuh dengan berhubungan seks dengan sekretarisnya. Ketika dia menghadapinya, dia dan sekretarisnya mengejek dan mengejeknya, mereka memanggilnya mandul, lagipula, dia tidak mengandung selama tiga tahun terakhir bahwa dia telah menikah dengan suaminya, Callan. Sangat Patah Hati, dia mengajukan gugatan cerai dan pergi ke klub, dia memilih gigolo acak, melakukan one night stand dengannya, membayarnya dan menghilang ke kota kecil. Dia kembali ke negara itu enam tahun kemudian dengan tiga anak laki-laki imut yang identik dan tiga gadis imut yang identik dengan usia yang sama. Dia menetap dan mendapat pekerjaan tetapi segera mengetahui bahwa CEO-nya adalah gigolo yang dia berhubungan seks enam tahun lalu di klub. Apakah dia bisa menyembunyikan enam imut kecilnya dari CEO-nya, yang kebetulan adalah pria paling berkuasa di NorthHill dan dianggap tidak subur? Bisakah Amy dan pria paling berkuasa di NorthHill bergaul mengingat kesenjangan sosial di antara mereka.
6.478.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
My Lady, Jadikan Aku Milikmu

My Lady, Jadikan Aku Milikmu

Bibir itu terlihat begitu lembut dan berwarna merah merona alami seperti memanggil-manggil perhatiannya.  Tanpa sadar, jemari Randy terulur perlahan, menyentuh bagian bawah bibir itu dengan sentuhan yang sangat ringan juga penuh keraguan.  Rasanya halus, lembut, dan hangat terasa di ujung jemarinya.  Dengan tarikan napas yang terasa berat, seperti mengumpulkan seluruh keberanian yang dimiliki, Randy mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir itu sekilas.  Sentuhannya terasa begitu segar dan lembut, meninggalkan sensasi yang membuat dadanya terasa berdebar kencang.  Rasa itu justru membangkitkan keinginan yang lebih besar dalam dirinya. ‘Aku ingin mengulum bibir itu lagi, lebih lama, dan lebih dalam lagi.’  Apalagi ketika dia merasakan bibir lembut itu perlahan bergerak dan membalas ciumannya dengan lembut pula. Bibir manis yang menyambut kehadirannya.  Dunia terasa berputar sebentar, Randy merasa dirinya melayang. Hingga akhirnya memaksakan dirinya membuka mata perlahan dan menjauhkan wajahnya sedikit. Sekadar menarik napas supaya bisa melanjutkan ciuman itu lagi.  Namun, begitu pandangannya menjadi jelas, matanya langsung membelalak lebar. Jantungnya terasa melompat ke tenggorokan. “Nyonya?!” Di hadapannya berdiri sosok Felicia. Rambut panjangnya tergerai bebas menutupi sebagian bahunya, yang terbuka. Wanita itu terlihat begitu berbeda dari penampilan kesehariannya yang rapi juga anggun. Seakan tak rela jarak itu terbentuk, tangan Felicia perlahan terangkat, hendak meraih wajah pemuda itu.  Begitu jemarinya berhasil menyentuh pipi Randy, tubuh Felicia perlahan bangkit mendekat. Dan kali ini, giliran dia yang mengambil alih, mendekatkan wajahnya. Dia ingin membalas sentuhan itu dengan lebih berani.  “Nyonya?!”
10527 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Di Kala Kematian Anak Kembarku

Di Kala Kematian Anak Kembarku

Saat hari raya, suamiku menjemput anak kembar kami pulang sekolah, tapi tiba-tiba mendapat telepon dari wanita pujaan hatinya. Dia pun meninggalkan anak-anak di pinggir jalan dan menyuruhku menjemput mereka. Aku meninggalkan klien yang sedang kutemui dan bergegas menjemput anak-anak. Sayangnya, aku terlambat. Anak sulungku tertabrak mobil dan terlempar, sedangkan adiknya sekarat di pelukanku, merintih kesakitan sambil terus memanggil-manggil ayahnya. Ambulans belum tiba, ayahnya belum datang juga, akhirnya anak bungsuku meninggal. Aku memeluk tubuh kedua putriku dan meratap di jalan. Wanita pujaan hati suamiku mengunggah sebuah foto di media sosial dilengkapi tulisan: [Pengakuan cinta yang paling tulus adalah kehadiran kapan pun saat dibutuhkan. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar bagiku!] Di belakang tulisan itu ada enam emoji bibir merah. Fotonya menunjukkan kepala suamiku dan pujaan hatinya bersandar satu sama lain, tangan mereka terulur ke atas kepala, membuat bentuk hati. Dengan hati hancur, aku mengirimkan postingan itu kepada suamiku sambil mengirim pesan: [Anak-anakmu nggak sepenting pujaan hatimu?] Pada hari pemakaman, dia baru menjawab dengan tidak sabar: [Anak-anak sudah tujuh tahun, apa masih perlu didampingi setiap saat?]
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
My Boyfriend

My Boyfriend

Rhaniie
"Sebelum aku pergi! Aku boleh minta satu lagi?" Ucap Gibran dengan mengacungkan satu jarinya kehadapan wanita cantik. "Apa?" Tanyanya dengan nada sedikit malas. "Itu, tuh!" Katanya sembari memonyongkan bibirnya. "Apa?" "Itu, ih! Yang ada di wajahmu!" "Iya, apa? Coba bilang yang jelas." Emmuuaaahhhh.... Gibran langsung mencium sekilas bibir Alleta sembari memegang kepalanya. "Aku mau ini!" Jelasnya, dan kembali mencium bibir Alleta sangat lama.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

Seorang otaku bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' otakunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas. Namun, meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "Tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera turun dari kasur itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada disana, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "I-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau keemasan, mata sebiru langit, kontur wajah kecil, bibir ranum merah alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori pemilik tubuh yang asli. Membuat Fani bertekad untuk mengubah garis takdir Isandra yang berakhir tragis. Apakah Fani akan berhasil bertahan sebagai Isandra? Apakah ia akan berhasil mengubah takdirnya? Akankah ia bertemu dengan orang yang memindahkan jiwanya?
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah si Om Suami

Terjerat Gairah si Om Suami

Mata Jena bergerak turun, terhenti tepat pada bibir Abas yang sedikit terbuka. Seketika ia menelan ludahnya dengan gugup. "Kenapa bibir Mas Abas menggoda banget sih?" batinnya berteriak, sementara jari-jarinya kian sadar masih melekat di dada bidang pria itu. ***** Kisah Abas dan Jena yang terjebak dalam sebuah kontrak dengan syarat-syarat mengejutkan menjadi awal dari hubungan yang mereka kira akan sementara. Apakah cinta bisa tumbuh dari pernikahan yang hanya dibangun di atas kontrak?
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

NitaStoriess
Nindi namanya, si gadis imut berlesung pipi ini nyaris mempunyai perawakan yang hampir sempurna hingga dijuluki Barbie Doll di sekolahnya. Namun, siapa sangka jika di mata Eiden, Nindi tak lebih dari sekedar tikus got yang tak sengaja ia temui di perkarangan sekolah.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang

Gusti
"Revan, aku merasa kau terlalu berlebihan untukku," ucap Gina dengan sedih. Revan menghempaskan tubuhnya, duduk sembari masih memegang wadah itu dan menatap Gina dengan sendu. "Aku melakukannya karna aku melihatmu berbeda dari wanita manapun." "Aku sudah menikah." "Aku tidak perduli!" "Maksudmu?" Revan meletakkan makanan itu dan meraih tangan Gina dengan lembut. "Izinkan aku menjagamu, mencintaimu." Gina terdiam, wajahnya berubah menjadi nanar menahan kesedihan hatinya yang pilu. Memang hidupnya akan bahagia bersama Revan, tapi bagaimana dengan orangtuanya Revan? Suaminya, Aston? Tante Fitri? Juga Vero, tunangan Revan. Air mata Gina menetes melihat sikap Revan. "Aku ...." Belum sempat Gina melanjutkan, sentuhan hangat bibir Revan sudah mendarat di bibir Gina. Hanya kecupan bibir, membuat Gina terdiam, membiarkan bibirnya dijamah Revan begitu saja. Apakah Gina akan tetap pada rumah tangganya? atau malah memilih Revan? Ig : MariaGustiSilaban
1022.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Diary Istri CEO

Diary Istri CEO

Rahman melihat kamarnya masih terang. Dia tidak melihat Aisyah di kamarnya, hatinya langsung panik. Dia bergegas mencari Aisyah ke bawah. Menurut pengakuan Mbok Darsih, Aisyah tidur di kamar tamu. Pintu kamar yang tidak dikunci membuat Rahman dengan mudah masuk. Aisyah mengucapkan salam selesai salat tahajudnya. Dia langsung kaget melihat Rahman yang duduk di kasur. “Ngapain kamu ke sini?” Rahman masih diam sambil memandang wajah Aisyah yang tanpa niqam melihatkan bentuk hidung mancung Aisyah dan bibir mungilnya, sehingga membuat Rahman menelan salivanya. Melihat kecantikan Aisyah siapa yang tidak akan tertarik. Paras perempuan-perempuan penghibur di club malam, kalah dengan kecantikan Aisyah yang tanpa polesan make up. Aisyah menundukkan wajah, dia sadar mungkin Rahman muncul jiwa mesumnya. Dia ingat kelakuan Rahman saat di kantor waktu itu. Pasti, dia sedang membayangkan imajinasi liar terhadapnya. “Tolong, keluar dari sini.” Pinta Aisyah lembut supaya Rahman tidak tersinggung. “Ini rumahku, aku bebas mau melakukan apa saja.” “Tapi kita bukan muhrim tidak baik berduaan di kamar.” “Aku tidak masalah.” Aisyah merasa kesal. Ternyata Rahman sangat kerasa kepala. “Aku akan berteriak.” “Silakan saja.” Rahman seolah menantang Aisyah. Dia membentangkan tangannya dan tersenyum. Aisyah merasa terpojok, saat Rahman terus-terussan mendekatinya. Bahkan bunyi napas Rahman sangat terdengar jelas, pria ini seperti sedang meraih puncak. Aisyah lalu mendorong tubuh kekar Rahman dan berlari keluar.
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai bentuk bibir imut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
33
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status