Ibu Susu Polos Pak Boss
Ia membuka tutup penanak nasi, dan tubuhnya seketika lemas.
“Affa?! Ya Tuhan, gara-gara nangisin bawang merah aku lupa. Pencet, Nay, cepet! Dua puluh menit juga matang, masih bisa diselamatin,” seru Surti, tetap fokus menata ayam goreng di piring saji.
Dari ruang tengah, suara tangisan Matteo memecah kehebohan.
“Ti, aku nyusuin Matteo dulu ya! Biar nanti malam nggak rewel pas makan malam,” ujar Nayla sambil mencopot celemek dan buru-buru mencuci tangan.