Desahan di Kamar Pembantu
Posisi mereka kacau: Bara terbaring telentang, sementara Indira menindihnya, wajah mereka hanya beberapa senti.
“Indira!” Bara berteriak, mencoba bangkit. Tapi gerakannya terhenti ketika bibir Indira tanpa sengaja menempel di bibirnya. Kedua matanya melebar.
Keduanya membeku. Mata Indira membelalak, ingin segera menjauh. Namun, entah apa yang dipikirkan Bara, tangan lelaki itu malah refleks menahan tengkuknya, menariknya lebih dekat.