Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Terlarang

Hasrat Terlarang

Larangan yang justru memabukkan. Ia tahu ini gila. Ia tahu itu salah. Tapi semakin ia mencoba melupakan, semakin dalam ia terperosok. Revan memilih satu jas hitam, kemeja putih, dan dasi tipis berwarna abu. Gerakannya terukur, namun ada ketegangan yang tak bisa disembunyikan. Saat ia mengenakan jas, ia menangkap pantulan wajahnya di cermin—rahang yang menegang, tatapan mata yang dingin, dan sedikit kelelahan di sudut-sudutnya.
1022.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Tersesat Dalam Pelukan Musuh

Tersesat Dalam Pelukan Musuh

semua orang larut dalam euforia malam kebebasan mereka—malam di mana aturan ditanggalkan, dan semua topeng bisa diturunkan. Dari arah bar, sorotan mata mulai mengarah pada satu titik. Diajeng Dirandra. Ia berdiri sendirian, memandangi lampu-lampu kota yang berkelap-kelip dari ketinggian. Gaun merah marun selutut dengan potongan terbuka di bagian punggung itu membalut tubuh ramping dan proporsionalnya seperti dibuat khusus untuknya. Kain satin yang lembut mengalir mengikuti lekuk tubuhnya, memperlihatkan pinggang mungil dan kaki jenjang yang terpoles sempurna.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Selera makannya juga ambyar. Gending berbaring terlentang di atas kasurnya. Pandangan matanya tergantung di atas plafon, tak mau dibujuk untuk meredup dan memejam. Sesaat Gending memiringkan tubuhnya ke kanan. Sesaaat kemudian ia memiringkan tubuhnya ke kiri pula. Tak lama, ia telungkup. Juga tak lama ia pun kembali dengan posisi terlentang seperti semula.
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai berbaring terlentang
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Crokkk! Pram yang berbaring terlentang dengan kegagahan fisik tanpa batas hanya bisa menyeringai jantan, menikmati sensasi jepitan maut dari lorong labirin Dara yang menjepit kencang setiap inci urat-urat menonjol di tongkat baseball raksasa miliknya.
1061.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Belenggu Membara Sang Penguasa

Belenggu Membara Sang Penguasa

Serta gaun gelap yang ia kenakan robek sedikit di sisi paha, memperlihatkan kulit yang memar. "Kalau kita keluar sekarang, maka kita akan mati," kata Raka. "Kalau kita diem, juga mati," balas Livia cepat. "Jadi bilang aja, apa rencana B." Raka meliriknya sekilas. Di tengah kekacauan, ada kilat aneh di matanya. Entah itu kagum Atau putus asa? "Kamu berisik, tau?" gumamnya.
749 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sudah satu jam mereka bertempur dalam pertarungan sengit, tak terasa keringat membanjiri badan masing-masing juga hampir seluruh bagian ranjang. Ranjang yang empuk membuat permainan mereka meliuk-liuk karena terbantu oleh gerakan pegas di bawah ranjang. Sampai di menit ke 90 Yuda merasa tubuhnya sudah gontai dan segera menyemburkan cairan putihnya di dalam organ sensitif Yuni, Yuni pun merasakan hangat luar biasa ketika cairan itu masuk. Yuni menggigit bahu Yuda karena sesungguhnya dia masih ingin terus bermain. Tapi dia juga harus menerima jika Yuda habis lembur kerja dan harus cepat istirahat.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU

PERJALANAN PANJANG MERELAKANMU

Utari mendekatinya perlahan, meski dasar sungai yang licin membuatnya hampir tergelincir beberapa kali. Saat jaraknya sudah dekat, tangannya terulur, menyentuh permukaan batu yang dingin dan kasar. Sesak ... membayangkan apa yang harus di hadapi Bhama saat dirinya jatuh dari ketinggian dan berakhir di sana. Matanya terpejam, dan air mata yang tertahan kembali tumpah. "Batu ini … adalah gerbang perpisahan kita," gumamnya dengan suara bergetar.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Suamiku Menghilang Setiap Malam

Suamiku Menghilang Setiap Malam

Aku menghela napas panjang, dan memilih memejamkan mata karena usahaku untuk menelentangkan badan terasa percuma karena dari sejak tadi aku tak bisa menggerakkan satu jari pun. *** Entah sudah berapa lama aku berbaring dengan tanpa bisa menggerakkan tubuh ini, hingga akhirnya tindihan berat ini mendadak hilang. Aku menggerakkan tangan dan menarik napas lega. Kini aku sudah bisa mengubah posisi berbaring dari menyamping menjadi terlentang.
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 620 kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Bahkan pemuda itu sempat duduk bersila di udara karena saking bosannya. Saat kedua matanya mulai mengantuk, saat itu juga tubuhnya sampai di atas sebuah arena persegi yang cukup luas. Dengan sigap Bara menyiapkan kedua kakinya dengan menyalurkan tenaga dalam untuk mendarat di atas lantai arena tersebut. Brak! Bara merasa kedua lututnya sakit saat mendarat dari ketinggian yang dia tidak tahu berapa ratus tombak, atau mungkin berapa ribu tombak?
1076.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

Bahkan sekarang persis mengatur posisi baring telentang dengan mata terpejam. “Kau tidak biasanya tidur di jam seperti ini, Abi,” ucap Barbara menambahkan. Terdapat krisis dalam dirinya yang meragukan suasana hati pria itu. Secara tentatif dia ikut menderak ke arah ranjang. Sengaja bertindak lewat serangkaian gerakan hati – hati saat menyentuh permukaan dada Abihirt yang bergerak naik turun tenang. “Kau sudah tidak marah soal tadi siang, bukan?”
1031.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 958 kali sebagai berbaring terlentang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status