Mendadak Menikahi Pria Cacat
“Jatuh itu biasa, Dit. Yang penting kamu mau berdiri lagi.”
“Betul!” sahut Fahri penuh semangat. “Kita semua ada di sini, gak bakal ninggalin kamu.”
Amara ikut mendekat, memegang tangan Adit dengan lembut. “Adit, aku percaya kamu bisa. Satu langkah aja dulu, nggak usah mikirin jauh.”
Dengan bantuan tongkat khusus dan pegangan di sisi kanan dari Amara, Adit perlahan mencoba berdiri. Kakinya bergetar, wajahnya memerah menahan sakit dan tegang.
ตอนยอดนิยม