Malam Penuh Gairah Bersamamu
sambung Tania seraya menunduk dalam.
Tania menunjukkan permintaan maaf yang tulus. Saat itu, Rafael merasa sedikit tak rela. Namun, tak ada yang bisa ia lakukan. Rafael hanya bisa terdiam dan menunggu. Beruntung akhirnya Bryan mengucapkan tak apa yang singkat.
“Kita ke ruangan,” ucap Bryan seraya memimpin langkah. “Kontrak barunya sudah selesai.”
Rafael mengangguk, lalu mengucapkan terima kasih. Pelan, ia melangkah setelah Bryan, berjalan tepat di belakang pria itu. Samar, hidungnya mencium bau yang tak asing.