Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Manusia Penakluk Dunia

Manusia Penakluk Dunia

tapi ini bukan novel NTR/ drama guys, santai gak balik kok, eh. Next, akan ada cerita petualangan Jillian di dunia lain. Bumi akan dalam bahaya loh, negara terbesar akan hancur dan itu merupakan "awal dari langkah menghancurkan bumi". Tapi kira-kira kok monster suka banget ya ke bumi, kenapa yak? Tolong dong, kalau kalian baca sampai titik ini tinggalin vote gem + komen + bintang 5 kalian ya. Author tuh janji upload tiap hari, di weekend uploadnya dobel deh buat bonus.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai biar bumi akan berlalu
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Bumi tidak pernah menunggu kesiapan, Larisa. Ia hanya menunggu kesadaran.” Larisa menunduk, kemudian menyentuh tanah di bawahnya. Tanah itu terasa hangat, bukan hanya karena panas, tapi karena denyutnya menyerupai detak jantung. “Lamun rasa geus hirup, jagat bakal nyaritakeun jati dirina deui.” (Jika rasa telah hidup, bumi akan menceritakan jati dirinya kembali.)
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai biar bumi akan berlalu
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

tanya Langit. Bumi tersenyum sumringah. "Tidak sekarang, tapi nanti. Bumi akan menagihnya nanti," Langit jadi mengingat dirinya sendiri. Ucapan Bumi dejavu untuk dirinya sendiri. Memang buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai biar bumi akan berlalu
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

“Ya? Ada apa, Bi?” Bia diam sejenak dan terlihat menunduk. Sepertinya ia sedang ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu. “Ini terakhir kali aku bonceng kamu, ya,” ucapnya. Ia kembali terdiam. “Besok-besok jangan paksa aku lagi buat berangkat atau pulang bareng kamu lagi.” Aku mengerutkan kening, mendengar ucapan Bia yang tiba-tiba itu. Apa tadi Bia tersinggung karena kutarik tangannya secara paksa? “Maaf Bi, kalau tadi aku paksa kamu.”
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai biar bumi akan berlalu
Baca
+Pustaka
Langkah di Jalan Keabadian

Langkah di Jalan Keabadian

Hatinya perlahan menjadi tenang, meski pandangannya kembali tertuju pada Ye Tian—adik yang masih di gendong Bao Liang, namun telah berdiri jauh melampaui bayangannya. Sementara itu, Ye Tian memejamkan mata sejenak. Ia bersandar lebih nyaman di gendongan Bao Liang. "Dunia luar akan segera bergolak," ucapnya pelan. "Sebelum itu… aku harus pulih sepenuhnya, untuk menyingkirkan segala rintangan yang ada di dunia bawah sebelum pergi ke dunia atas." Angin lembut berhembus di dunia kecil. Daun-daun pohon buah abadi berdesir perlahan, seolah menyambut badai besar yang kelak akan mengguncang dunia kultivasi.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai biar bumi akan berlalu
Baca
+Pustaka
Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

"Bawa anakmu dan enyah dari sini." Rian buru-buru bertanya. "Terus, gimana sama dia?" Langkah kaki Diego seketika terhenti. Suaranya terdengar sedingin es. "Dia harus menyusul Zia untuk menebus dosanya." Diego hanya duduk diam di luar pintu. Dari dalam ruangan, terdengar jelas suara makian dan jeritan histeris Shera. "Jangan sentuh aku! Pergi! Jangan sentuh aku!"
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai biar bumi akan berlalu
Baca
+Pustaka
Re:Diva dari Gaia

Re:Diva dari Gaia

Jawabnya. “Menyegarkan dirinya kembali?” Kini aku semakin penasaran. Dia menghela napas panjang. “Setiap tahun bila kami tidak mengadakan upacara, maka usia Bumi akan memendek. Krisis iklim, pergeseran lempeng yang kalian bilang itu adalah ulah kalian sendiri.”
93.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai biar bumi akan berlalu
Baca
+Pustaka
Bukan Istri Sah

Bukan Istri Sah

Bumi tidak langsung menjawab, karena ia juga harus memikirkan beberapa hal jika harus melakukannya. “Oke.” Bumi menghela setelah mendapatkan sebuah jalan. “Kamu pulang dulu ke rumah, dan janji jangan pergi lagi. Nanti malam aku ajak Tari bicara sama Banyu, biar urusannya enak dan kamu bisa cepat pulang.”
10133.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai biar bumi akan berlalu
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Sophia Setiawan
Digantung lg dan dibikin penasaran terus, tapi tetap bahagia krn dpt update-an terbaru. Makasih n Lop u banyak2 mba beb... Didoa'in selalu sehat dan selalu semangat nulisnya.. Sukses terus buat Author kesayangan ...
Dindra kaysan
Mbak beb.... Jgn kelamaan hiatusnya yaaa.... udah gak sabar nunggu hatinya Banyu luluh sm Damay dan bucinnya Banyu.... Eeh emang Damay bakal ama Banyu gituu? ngarep boleh donk.... Pokoknya jodohnya Damay sm Banyu yaa mbak beb.... #teuteup maksa#
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status