Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

“Hana paling takut petir. Malam ini, dia pasti nggak bisa tidur nyenyak. Ibu tahu kamu menyalahkan Ibu. Tapi, Ibu sudah benar-benar menyesal. Kembali ke sisi Ibu, ya? Tanpamu, Ibu benar-benar nggak bisa melanjutkan hidup!” Dalam hatinya, aku jelas-jelas bukan apa-apa. Jelas-jelas, dia selalu lebih menyayangi Justin. Sekarang, dia malah mengatakan dia menyesal. Untuk apa? Apa yang perlu disesalkannya? Lagi pula, aku sudah mati. “Bu Sanny, hari sudah gelap. Sebaiknya kamu cepat pulang.” Seorang polisi yang baik hati berjalan menghampiri Ibu dan mencoba memapahnya berdiri.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

"Aku kejam? Bukankah itu semua yang kamu ajarkan? Aku pembunuh? Hari kecelakaan itu, bukankah Ibu yang panggil semua dokter ke kamarku sampai dia nggak bisa dioperasi tepat waktu? Kalau bukan karena Ibu, apa aku bisa begitu mudah membunuhnya?" Perkataan Lusvira menusuk hati Ibu seperti jarum baja. Tubuh Ibu menjadi kaku, seolah seluruh kesalahan masa lalu melilit jiwanya. Dia disiksa rasa bersalah yang menghantamnya dengan keras, penyesalan terhadapku perlahan merayap ke hatinya.
51.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Menyesal Usai Mendua

Menyesal Usai Mendua

"Gil* kamu, Bro." "Ya, aku memang gil*. Gil* wanita dan gil* nafs*. Namun sekarang aku sadar jika semua itu justru membuatku pada kemalangan. Andai dulu aku tak bernafs* memiliki dua istri, mungkin semua tak akan jadi seperti ini," tuturku menyesali. Meski begitu, semua memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada kata mengindahan di dalamnya.
1023.5K viewsCompletedAdded to Library 539 Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

"Lalu apa lagi yang kamu khawatirkan?" Mareeq terdiam sejenak, membiarkan kalimat itu menggantung di udara, beradu dengan suara deru mesin pendingin di kedai yang mulai sepi. "Kamu tidak merusak apa pun," lanjut Mareeq dengan suara yang lebih rendah namun terdengar sangat yakin. "Duduk di sini bersamaku tidak membuatmu menjadi orang jahat. Dan mengkhawatirkan senyummu tidak membuatku menjadi pengkhianat. Kita hanya dua orang yang terjebak dalam perasaan dan keadaan yang tidak tepat."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca

Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca

Rasa bersalah di lubuk hatinya seperti gelombang besar yang terus menerus menyapu ke arahnya dan hampir menelannya. Billy minum banyak bir. Saat mabuk, suaranya terdengar serak dan kesepian. "Sebelumnya kamu bertanya padaku, apakah aku menikahimu karena rasa bersalah atau karena aku mencintaimu .... Sherine, terlepas kamu percaya atau nggak, aku memang melihat bayangan Sisca di dalam dirimu. Tapi kemudian nggak begitu lagi. Sekarang saat aku mengingatnya, semua yang muncul dalam benakku adalah kamu."
9.3281.7K viewsCompletedAdded to Library 7.3K Times as bilur bilur penyesalan
Show Reviews (103)
Read
+Library
Rich 77
hai pembaca setia, yuk baca novel berkisah seorang dewa perang yang mendapati istri yang sangat dia cintai berselingkuh dengan pria lain di hari ulang tahun ke tiga pernikahan mereka. simak kisahnya di novel "Sang Menantu Terkuat"
Indri Priyani
Aq dah selesai baca pe bab terakhir 761 semoga update nya lg dak lama y thor. Semangat nggeh nulisnya sehat² sll. Overall bagus,notenya sering salah nulis nama dan ada beberapa chat yg bikin ambigu...
Read All Reviews
Selubung Memori

Selubung Memori

[“Justru karena kau bisa melihat kami, kau perlu tahu. Ada dua yang paling penting. Pertama, dia gugur membela kebaikan. Kedua, dia punya penyesalan. Dan itulah kenapa Forlan, mustahil arwah bisa bertahan selamanya. Begitu penyesalan terbalas, mereka akan pergi.” Gagasan itu, entah semestinya baik atau tidak, tetapi terdengar begitu pilu. “Jadi, Bibi punya penyesalan?” Suasana di sekitar Bibi terasa hangat, tetapi juga menyedihkan. [“Kuharap itu tidak perlu dijawab.”] “Kalau begitu, Bibi di sini karena keinginan Bibi?” Aura itu sempat buyar. Wajah Bibi ada, tetapi kuanggap itu reaksi kaget—dan itu benar karena Bibi mengonfirmasinya.
1019.5K viewsOngoingAdded to Library 390 Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Batas kesabaran seorang istri!

Batas kesabaran seorang istri!

Bulir air mata mengalir di sudut pipinya. "Aku memiliki banyak cinta, bagai danau yang dialiri mata air. Namun keserakahan membuatku gelap mata. Hatiku diliputi amarah, benci dan cemburu. Berlomba-lomba dengan waktu mengejar sesuatu yang aku sendiri tak mengerti. Apa yang sedang aku kejar saat itu. Bahkan kini, seseorang yang tidak berarti dalam hidupku, justru menjadi seseorang yang aku butuhkan. Kamu tahu Zahra ... tak ada penderitaan yang paling kejam di dunia ini selain 'penyesalan'. Aku menyesal namun aku tak dapat memperbaikinya!" urai Mbak Zahra lagi.
1076.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

"Makanya jangan pancing singa yang tidur di dalam kandangnya." "Jadi kamu seekor singa? Pantas saja, berulang kali aku menasihatimu, nggak ada sama sekali kamu hiraukan. Ingat, Bu! Penyesalan itu selalu datang terlambat. Kalau datangnya di awal, itu namanya pertemuan." Meli merasa tersulut emosi. Amarahnya sudah tidak terkontrol lagi. "Dasar apa kamu berani berkata kalau esok kelak aku pasti menyesal?! Coba jelaskan detail? Jangan mendahului takdir, Bu. Nggak elok kita berkata seperti itu."
1021.9K viewsCompletedAdded to Library 460 Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Sentuh Aku, Om Dokter!

Sentuh Aku, Om Dokter!

Nada suaranya meninggi sesaat, lalu kembali merendah—penuh ketakutan akan citra dirinya yang runtuh di mata Qiara. “Tapi nggak jujur pun nyatanya dia tetap nggak percaya padamu,” cibir Mirna dingin, kalimat itu meluncur tajam tanpa belas kasihan. “Iya sih.” Jawaban Bilal lirih, hampir tak terdengar. Pandangannya jatuh ke lantai, matanya kosong. Ada penyesalan di sana, tapi bukan penyesalan yang sepenuhnya dia akui—lebih seperti sesal karena rencananya gagal.
1076.4K viewsOngoingAdded to Library 2.8K Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
Menikahi Pria Lumpuh

Menikahi Pria Lumpuh

Bima menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, dan mulai terisak-isak pedih. "Rasa penyesalan... dan... rasa bersalah ini... kayak emang... disengaja sama Tuhan... supaya... aku mati pelan-pelan...." Bima bergumam kembali, kini dengan suara yang tersenggal senggal. Ah, Bimq mulai putus asa dengan hidupnya sendiri.
84.7K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as bilur bilur penyesalan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status