DIMADU TANPA RESTU
ujar Ardi sopan.
Wira mengangguk dan duduk. Mereka terdiam sesaat, hingga Ardi membuka suara.
“Aku masih ingat, pertama kali kenal Sekar di sebuah seminar literasi dua tahun lalu. Dia datang sebagai panitia, aku sebagai pengisi acara. Satu jam pertama aku kira dia gadis biasa—tapi ternyata tidak. Ada sesuatu di dirinya yang hangat, cerdas, tegas, tapi tetap menyenangkan. Kami mulai dekat setelah itu. Makan malam, ngobrol, sesekali tukar buku. Lama-lama aku jatuh cinta. Sederhana saja.”
Hot Chapters