Atas Nama Pohon Suci
Isi kaleng itu tandas ditenggak Kirana dalam satu kali percobaan.
“Kita mesti merayakan after-stage performance dengan bir!” aku mulai membuka obrolan.
“Lagi dong, Kak?”
Aku pun melangkah kembali ke sebuah peti kayak cool box punya nelayan di tengah tenda. Kubuka lagi, lantas kusingkirkan es batu lalu kuambil dua kaleng dari dalamnya. Panitia yang keren, menyediakan konsumsi entertain yang memadai. Kubukakan satu kaleng lantas kuberikan ke Kirana. Tak lupa, aku buka kalengku sendiri. Lalu, Kirana mulai bicara lagi. Kali ini, bukan lagi tentang kiprah mamanya dengan Yayasan Kembang Sebul itu, tapi hal yang lebih khusus.
Bab Populer