Ibu Susu Untuk BOSKU
Tapi, di tengah hiruk-pikuk itu, telingaku menangkap suara bisik-bisik yang membuat langkahku terhenti sejenak.
"Gimana nggak penjualan terbaik," suara seseorang terdengar samar namun penuh sindiran, “GM-nya aja diembat. Mana mungkin hasil penjualannya murni.”
Aku seketika tertegun. Diembat? Jantungku berdegup kencang saat makna dari kata-kata itu menghantamku. Mereka bicara tentang aku dan Aldo. Tangan-tanganku yang tadi memegang beberapa dokumen mulai bergetar ringan, tapi aku menahannya. Perlahan, aku melangkah melewati meja-meja, mencoba untuk tetap tenang meski bisikan itu seolah terus mengikuti langkahku, menusuk seperti duri halus.