Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya Sang Hunter Terbaik

Kembalinya Sang Hunter Terbaik

"Baiklah pemirsa, selamat siang, Channel 6 di sini dan kami akan sedang melakukan siaran langsung detik-detik sebelum para hunter datang untuk penyerangan dungeon terbesar di negara ini!" Seorang wartawan berbicara dengan tenang menggunakan mikropon yang ia bawa dan seorang pembawa kamera sedang merekamnya. "Leon!" "Leon!" "Leon!" Orang-orang mulai meneriakkan nama Leon. Memahami apa yang terjadi, wartawan dengan kameraman itu langsung berpaling dan mereka ke arah yang berbeda. Di antara kedua pembatas, beberapa orang hunter berjalan sambil membawa senjata mereka. Leon berjalan di paling depan dengan membawa pedang besarnya sebagai senjata utama.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Dipenuhi bau tanah basah, lumut, dan sesuatu yang busuk. Dari balik pohon-pohon di sisi lain, puluhan prajurit elit Pasukan Pemburu muncul. Jubah hitam mereka menyatu sempurna dengan bayangan hutan. Mata mereka memancarkan kilatan haus darah yang mematikan. Mereka bergerak serentak, susunan tombak dan pedang yang rapi dan mematikan, mengapit Suro Joyo, Ayumanis, dan Westi Ningtyas dari kedua arah.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO

Jatuh ke Pelukan Panas Tuan CEO

Anjing itu menggeram rendah lalu melesat ke dalam kegelapan hutan, diikuti tiga anjing lain bersama handler mereka. Jason mengangguk ke arah tim. Empat orang bersenjata lengkap bergerak dalam formasi V. Senapan laras panjang sudah dalam posisi siap tembak. Lucien melangkah ke depan tanpa ragu, mengikuti jejak anjing pelacak miliknya. Suara ranting patah terdengar. Dari balik kabut, peluru pertama melesat. Tak! nyaris mengenai bahu Lucien.
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
DEMON HUNTING

DEMON HUNTING

kata Jeri dengan mata yang memandang takut kepada makhluk berwajah tampan tapi berkulit pucat, pria itu memakai jubah hitam panjang berkerah tinggi. "Bau tubuhmu sangat harum, sayang. Mari ikut denganku, akan aku tunjukkan jalan keluarnya." Saat tangan pucat itu ingin menarik tangan Jeri langsung ditepis olehnya, kemudian dia lari tunggang langgang menghindari vampir yang sudah menunjukkan kedua taringnya untuk menandai Jeri.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat Sang Pemburu

Terjebak Hasrat Sang Pemburu

Itu sinyal kota yang teracak kasar. “Kami melihatmu, Pak Besar. Satu kabin kayu tidak akan bisa mengamankan seluruh gunung ini.” Mata Oliver menyipit tajam. Genggamannya mengencang pada gagang Sig Sauer P226 di balik pinggangnya. Bajingan-bajingan ini ternyata bukan sekadar pengintai amatir—mereka adalah bagian dari garda depan kelompok mereka sendiri. Mereka mengira mereka bisa bermain taktik dan menunggu di bawah sana sampai seluruh salju mencair.
10171 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Kami bergerak pelan menuju sumber suara, melangkah di antara bayang-bayang reruntuhan. Dan kemudian aku melihatnya—makhluk itu. Tubuhnya besar, hitam seperti malam, dengan mata putihnya menyala seperti cahaya yang tak pernah padam. Udara di sekitarnya terasa berat, hampir seperti menekan dadaku. “Hunters,” bisik Hendra, wajahnya pucat pasi. Aku mencoba mengendalikan napasku yang memburu. “Kita mundur. Pelan-pelan. Jangan buat suara.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

Ia mengenakan jubah panjang berwarna kelabu yang tampak menyatu dengan malam, dan wajahnya tertutup oleh topeng perak tanpa fitur—hanya dua lubang mata yang memancarkan cahaya biner biru yang dingin. Inilah "The Hunter". Utusan dari "The Architects" yang dikirim untuk menjemput kembali "Aset" yang hilang. Tanpa peringatan, kaca antipeluru yang dirancang untuk menahan ledakan rudal itu hancur berkeping-keping. Bukan karena hantaman fisik, melainkan karena frekuensi suara yang melampaui batas pendengaran manusia. Serpihan kaca melayang di udara, membeku sesaat sebelum jatuh seperti hujan berlian di atas karpet mahal.
10820 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
THE HUMAN BEAST

THE HUMAN BEAST

"menghormati." Vampir membunuh orang dan menghisap darah mereka. Atau lebih tepatnya sebaliknya. Mereka suka daging mereka hidup dan ketakutan, dan mereka suka bermain dengannya beberapa saat sebelum mereka menghabiskannya. Cerita lain tentang vampir adalah bahwa satu-satunya hewan peliharaan yang mungkin dipelihara vampir adalah kucing, karena vampir memahami cara kerja pikiran kucing. Selama Perang Voodoo terburuk, siapa pun yang tinggal sendirian dengan kucing dicurigai sebagai vampir. Ada cerita bahwa di beberapa tempat di mana Perang adalah yang terburuk, orang-orang yang menyendiri dengan kucing yang tidak terbakar di siang hari dibakar. Saya berharap itu tidak benar, tetapi mungkin sa
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
Sistem Pelindung Terkuat Bumi

Sistem Pelindung Terkuat Bumi

Mereka terbatuk-batuk dan kesulitan untuk bangun lagi. Hernet berjalan dengan pedangnya yang dikalungkan di punggungnya, dia sangat tinggi dan langkahnya sudah mendekati para Hunter. Delapan belas Hunter sudah tak berdaya, mereka hanya tinggal menunggu kematian karena Hernet sudah berada di atas mereka dan bersiap mengakhiri mereka semua.
1068.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
The Power Of System Hunter

The Power Of System Hunter

Para Hunter, yang biasanya penuh dengan rasa percaya diri, kali ini tidak sadar bahwa mereka berada di ambang kehancuran. Pukul 07.00, tepat sesuai rencana, para Hunter dari Dunia Bawah mencapai gedung tersebut. Mereka bergerak dengan ketepatan yang mematikan, senjata mereka sudah siap untuk mengambil nyawa. Dari lantai paling atas, mereka mulai menyapu bersih ruangan demi ruangan, menghabisi siapa pun yang mereka temui. “Tidak ada yang selamat malam ini,” bisik salah satu dari mereka, sambil mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang mematikan. Suara sayatan dan teriakan singkat menjadi musik yang mengiringi langkah mereka.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai black hunters
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status