Berikut adalah 88 novel terkait boboiboy haliuntuk Anda baca online. Umumnya, boboiboy hali atau novel yang serupa dapat ditemukan dalam berbagai genre buku sepertiRomansa, Young Adult and Rumah Tangga. Mulailah membaca dari Dream Boy (Indonesia) di GoodNovel!
Si Nicky yang sudah kuwalahan hanya menghembuskan napas naganya.
“Vic, auuh.. daripada godain tiang listrik mending kamu sama aku aja” ucap Steven kesal.
“Idiih apaan? Iri kamu?” tanya Vic yang masih memeluk leher kekar Nicky.
“Ogahlah, aku kasihan sama Nicky di lengketin sama ulet bulu, hahaha” celotehan Steven membuat yang lain tertawa nyaring.
Aah iya, aku hampir lupa mengenalkan diri. Aku Rose, Robbin, Vic dan Shella adalah geng terkenal di sekolah ini. Kami berdampingan dengan Dream Boy sebagai penyemangat dan cheerleader tim basket.
Namun Zavian justru bertanya dengan tenang,
“Siapa dia?”
Seketika Naresa langsung membeku.
Sedangkan Sonia diam-diam memejamkan matanya.
Habis sudah…
“Itu…” Naresa mulai gugup sendiri. “Teman sekolah.”
“Namaku Bobby, Kak,” sahut Bobby ramah sambil mengulurkan tangan.
Namun Zavian hanya melirik tangan itu sekilas sebelum kembali menatap paper bag di tangan Bobby.
Mereka masing-masing mengambil satu garis dan memasukkannya ke dalam mulut untuk efek dramatis.
“Dyl, giliranmu!” kata Kendall dan Kim.
“Ayo.”
“Truth or dare?”
“Dare,” aku mendengus.
Mata Brooke menyapu seluruh bar, dari kursi ke kursi, hingga tertuju pada seseorang. Senyum nakal tersungging di bibirnya.
“Dia,” katanya, menunjuk pada pria yang duduk tenang, mengetik sesuatu di laptopnya. Dia memakai kacamata dan terlihat seperti salah satu karakter dari Scooby-Doo.
tanyaku sopan dan ramah tak lupa senyum.
"Iya Mbak... Saya pesan pancake aja sama minumnya moccalatte. Kamu mau apa, Beb?" jawab mbak- mbak cantik banget melebihi mbak Siska.
"Aku samain sama kamu ajalah, Beb," jawab pria berkacamata di seberang mbak cantik.
Ketika ada yang bilang, dunia itu tidak ada yang sempurna, justru, kedatangan Lucer mematahkan segala argumen mereka.
"Surprise! Acie! Selamat, ya, Ret!" Chel memelukku.
Jerome membawa sebuah boneka Boba besar berwarna cokelat. Dia meletakkannya di dekat meja kami. Pria itu nampak kelelahan.
"Terima! Terima! Terima!" Sorak-sorai sekeliling membuatku berdebar.
Ustaz Ibrahim menyodorkan air mineral sambil duduk di samping Boy.
"Eh Ustaz," sapa Boy kala menyadari murabbi menghampiri dan duduk di sebelahnya. Lelaki itu juga meraih air mineral yang diberikan. "Jazakallah," lanjutnya kemudian menenggak air dalam kemasan botol tersebut hingga habis.
"Haus atau panas?" goda Ustaz Ibrahim sambil tertawa kecil.
"Dua-duanya," balas Boy, lelaki itu menerbitkan senyum, hanya saja yang melengkung di sana adalah senyum kegetiran.
Om Silo langsung menggandeng Ryan ke dalam.
Bobby tentu saja kaget bukan main, ternyata pemuda itu bukan orang sembarangan. “Dyehhh mampusss dehhh eyke, ternyata seorang crazy rich, ortunya teman si Madam lagi!” si ngondek Bobby pun kelabakan sendiri.
*****
BERSAMBUNG
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai boboiboy hali
tanya Bobby tak percaya.
“Apa kau masih tidak percaya bahwa aku CEO Nano-ID ha?”
Bobby mengangguk-angguk seperti orang stres. “Ya! Saya akui!”
“Jadi, sekarang, siapa yang sampah?”
Bobby mengangguk-angguk lagi berkali kali seperti sedang kerasukan jin disco. “Aku yang sampah!”
“Ulangi kalimat itu sampai seratus kali!”
“Aku yang sampah. Aku yang sampah......”
tanya ibunya setengah mengejek Hayu.
“Bu, Hayu itu Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia, Bu, maafkan Hayu, jojoba ini, sudah mendapatkan panggilan dari big bos, mamanya Candra. Jadi Hayu tidak bisa menolak,” tutur Hayu pada ibunya.
Ia tersenyum, dan kembali berbincang dengan teman-temannya.
Wibi menaruh beberapa textbook di atas meja. “Si Bombom belum dateng?” tanyanya sambil duduk di atas kursi berwarna kuning.
“Teu acan.” Bobby, lelaki yang rambutnya panjang lalu diikat itu menjawab acuh, matanya tak pernah lepas dari layar LCD gawai monokromnya.
“Kenapa sih, dimajuin segala kerja kelompoknya? Katanya mau malam?”