Pembantu Rasa Nyonya
“Oh, itu namanya kepok, Mas. Lo, Masnya ini bukan orang sini, to? Kok tidak tahu kepok?”
“Saya yang orang sini, Buk. Suami saya dari kota,” jelasku sambil menunjukkan senyuman.
“Pantas saja, dari tadi disapa pakai bahasa Jawa kok tidak mengerti. Duh, anak-anaknya cantik dan ganteng, ya. Sudah lengkap. Dua dan laki-laki dan perempuan.”
“Iya, Buk. Alhamdulillah,” ucapku sambil menunjuk tahu bacem untuk meminta lagi. Rasanya enak, pasti karena kualitas gula merah di kampung memang berbeda.