Pesan Kotor Di Laptop Anakku
CEO itu yang sudah membunuh Mas Danu.
“Lantas, yang menyekap dan menyiksamu, itu juga laki-laki brengsek yang kamu panggil Daddy? Dia juga, Nak?” tanyaku dengan bibir yang gemetar.
Zulaika mengangguk lesu. Bulir air mata kembali membasahi wajahnya yang penuh luka cakaran. Hatiku hancur. Pesan di W******p milik Zulaika yang berisi tentang ‘main’ di apartemen, ternyata Pulau Kapuk memang apartemen tempat tinggal si lelaki begundal tersebut. Yang membuatku masih tak habis pikir, lelaki bernama Boo, bisa-bisanya mengencani anakku sekaligus tahu bahwa Zulaika memiliki hubungan dengan pria lain. Boo pula yang menunjukan kepada polisi di mana Zulaika berada. Sungguh, ini tak bisa kuterima dengan ak