Masakan Mertua
“Oh, ini kamu. Maaf, anak saya sedikit rewel hari ini.”
Tumben ramah, batinku.
Aku tersenyum kecil, mataku tertuju pada bocah perempuan di sebelahnya. Anak itu memegang boneka kecil yang terlihat lusuh, air matanya mengalir tanpa henti. “Kenapa dia menangis, Pak?” tanyaku sambil mendekat.
“Boneka ini... talinya putus, dan dia sangat menyukainya. Saya sudah mencoba menenangkannya, tapi sepertinya dia tidak mau mendengar.” Pak Arya mengusap kepala anaknya dengan lembut.