Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terperangkap Dekap Hangat CEO (Sok Dingin)

Terperangkap Dekap Hangat CEO (Sok Dingin)

tanya Ibuk sambil menatapku dengan ekspresi datar. Sedangkan aku langsung menatap tajam ke arah Ibukku yang merupakan pemilik tempat remang-remang terbesar di wilayah wajib kontrasepsi ini. "Apanya yang selesai? Buk, tadi laki-laki itu menemuiku," ujarnya memulai pembicaraan. "Ya, jadi kamu sudah tahu," gumam Ibuk. "Tahu, terus?" "Ibuk terpaksa memberikan kamu karena orang yang membawanya minta perawan," terang Ibuk. "Kamu kan tahu sendiri kalau di sini mana ada yang namanya perawan," imbuhnya.
10.5K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as book by ibuk
Read
+Library
Ibuku Bukan Wanita Biasa

Ibuku Bukan Wanita Biasa

"Ibuku menyelidiki kasus? Ibuku seorang penyidik?" Dika terkekeh, "Mana aku tahu, dia ibumu." "Benar juga." "Jika kau sepenasaran itu, kenapa tidak buka saja berkasnya? Kita ke sana mempertaruhkan banyak hal, jangan sampai pengorbananku sia-sia." Untuk sejenak, Randu terdiam. Hela napasnya terdengar gusar. Pemuda itu mengusak sedikit rambutnya. Lalu berujar.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 351 Times as book by ibuk
Read
+Library
Tipu Daya Untuk Mendapatkan Ibuku

Tipu Daya Untuk Mendapatkan Ibuku

Setiap kali setelah Ibu dan Hubert melakukan itu, Hubert selalu memberinya segelas air. Aku lantas maju dan merebut manusia kertas itu dari Ibu. Di hadapannya, aku membakar manusia kertas itu. Ibu menatapku dengan panik. Dia melemparkan diri ke kobaran api, lalu bertanya kepadaku dengan mata memerah, "Jessie, kamu gila ya? Itu ayahmu!" Kondisi mental Ibu benar-benar hancur karena Hubert. Tanpa peduli pada larangan Ibu, aku langsung menyerbu masuk ke kamarnya dan membakar semua manusia kertas yang ada.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as book by ibuk
Read
+Library
Ibuku Sayang Ibuku Malang

Ibuku Sayang Ibuku Malang

Celetuk Hasna sembari meletakkan sebuah piring yang berisikan ubi rebus ke atas meja. Hidup dalam keluarga yang serba kekurangan, membuat kedua anak kecil itu sudah sangat merasa bahagia saat bisa memakan ubi rebus buatan ibunya. "Yeay ubi rebus." Ucap Rio yang langsung bersorak kegirangan sembari memandangi ubi rebus dengan wajahnya yang begitu berbinar. Dengan sigap, Rio pun bersiap untuk segera mengambil sebongkah ubi kuning yang begitu digemarinya itu. Tangan Rio pun segera ia tujukan pada potongan ubi yang paling besar.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as book by ibuk
Read
+Library
Ibuku Seorang Misoginis

Ibuku Seorang Misoginis

Ibuku menjawab dengan cepat, tanpa nada sedih sama sekali. "Di mana abunya?" "Sudah aku sumbangkan. Disimpan di rumah malah bikin ribet." Aku mendengar nada tidak sabar dalam suara ibuku, tetapi karena ada orang lain di situ, dia menahan diri. Aku melihat barang-barangku satu per satu diangkut pergi. Tepat saat orang itu mengangkat kantong terakhir dan bersiap membayar, tiba-tiba aku berkata:
4.0K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as book by ibuk
Read
+Library
Siapa yang Menghamili Muridku?

Siapa yang Menghamili Muridku?

Aku langsung menarik Ibuk untuk masuk sebab tak enak hati akan tuduhannya kepada Zaen yang tak tahu apa-apa. “Buk, jangan asal tuduh! Yang di depan itu cuma teman sekelasku saja,” ujarku kepada Ibuk. “Ah, terserah kamu sajalah. Yang jelas, lusa kamu akan Ibuk nikahkan dengan Juragan Yahya dan kamu harus nurut!” ujar Ibuk dengan ketus. “Iya,” lirihku. “Juragan Yahya pria matang yang akan bisa membahagiakanmu, sedangkan anak kencur yang di luaran sana ...belum tentu!” ketus Ibuk.
109.2K viewsCompletedAdded to Library 338 Times as book by ibuk
Read
+Library
Penakluk Cinta Sang Dosen

Penakluk Cinta Sang Dosen

“Buk, aku sudah berpengalaman hidup dengan perempuan tua yang ngeyel, tidak bisa dibilangi, dan maunya menang sendiri. Hampir seluruh hidupku, aku habiskan dengan perempuan tua seperti itu.” Tampaknya Ibuk sadar bahwa beliau sudah salah bicara. Beliau menahan senyuman. Ibuk menjaga gengsinya dan tidak mengakui kekalahan. “Kamu nggak capek kalau harus menghadapi perempuan yang seperti itu lagi?” tanya Ibuk melunak. “Kenapa tidak Buk? Bahkan setiap kali aku berargumen dengannya maka aku akan selalu mengingat Ibuk.”
105.0K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as book by ibuk
Read
+Library
Suami Wasiat Sahabatku

Suami Wasiat Sahabatku

"Ibuk gimana kabarnya? Kalau aku sama yang lain sehat-sehat saja." Hening. Tak ada jawaban apapun. Aku menghela napasku panjang. Air mata hendak kembali menetes tapi sekuat tenaga aku menahannya. "Buk, katakan padaku, ibuk ingin menyerah atau masih ingin berjuang?"
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 339 Times as book by ibuk
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Kata Ibuku. Aku masih belum mengerti dengan apa yang Ibuku dan Mang Darman bicarakan. “Bentar-bentar, mayatnya wanita sama anak kecil bukan?” Kataku. Mang Darman tampak kaget aku berbicara seperti itu, begitupun Ibu. ‘Kamu tahu darimana Jang, Ibu belum cerita apa-apa loh?” Kata Ibuku.
9.8683.6K viewsCompletedAdded to Library 21.9K Times as book by ibuk
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Pengantin Pengganti: Dia Yang Diremehkan Ternyata Luar Biasa

Pengantin Pengganti: Dia Yang Diremehkan Ternyata Luar Biasa

“Anisa, tingkat kesulitan buku itu sedikit lebih tinggi. Jika kamu ingin belajar tentang pengobatan tradisional, sebaiknya coba pelajari dasar-dasarnya dari buku ini, “saran Ibrahim dengan suara yang tajam dan jelas sambil mengulurkan buku kedua sambil tersenyum. Anisa beringsut ke samping, menjaga jarak darinya. Dia memang sedang mencari buku itu. “Terima kasih.” Ibrahim memberikan buku itu padanya, merasakan keraguannya terhadap buku itu dan sedikit mengernyit. Dia duduk di sebelah Anisa. “Aku sudah membaca semua buku ini. Jika kamu tidak mengerti apa pun, kamu bisa bertanya kepada aku. Aku ingin mendengar pendapat siswa terbaik kami di sini.” Mendengar kata-katanya, Anisa menjadi waspada,
3.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as book by ibuk
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status