Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Series Hutan Larangan

Series Hutan Larangan

Melawan manusia dia memang berani, tapi melawan Sora ia tak berkutik dibuatnya. “Tunggu, dia paman.” Candramaya tersenyum lebar. Ia tahu kalau Damar selalu bisa diandalkan seperti dulu kala. Mata tujuh warna itu melihat dua pertarungan dahsyat di depannya. Damar dan Sora saling menyerang dengan tangan kosong. Dua tinju itu beradu di udara dan membuat sebuah tenaga yang begitu dahsyat hingga beberapa daun serta dahan rontok dibuatnya. Juga rambut Candra sampai terbang tersapa angin.
1050.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Visual dada Sari yang berguncang hebat ke atas dan ke bawah di balik kaos robeknya bener-bener membuat Madun mabuk kepayang di atas kasur karung beras. ​Maya, Gita, dan gadis lainnya tidak mau tinggal diam menonton gempuran brutal itu. Maya langsung merangkak mendekati wajah Madun, menempelkan buah dadanya yang kencang dan padat ke mulut jantan Madun untuk dihisap beringas. Sementara Gita bergantian menggesekkan paha mulusnya yang putih susu ke pinggang serta bokong Madun yang sedang bekerja keras memompa rahim Sari yang haus gempuran penutup efek semut rangrang. ​"Gimana Neng Sari?! Masih kuat nahan sodokan linggis beton kuli pasarnya?!" tanya Madun makin mempercepat temponya secara brutal
67.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Dia menabrak dada Brata. ​Refleks, Brata menangkap pinggang Soraya agar tidak jatuh. ​Untuk sesaat, mereka berpelukan. ​Aroma mint Brata dan aroma parfum floral Soraya bercampur. Soraya bisa merasakan detak jantung Brata yang tenang tapi kuat di balik kemejanya. ​"Pak..." bisik Soraya, mendongak menatap mata dosennya. ​Jarak wajah mereka sangat dekat. Brata menatap bibir Soraya yang dipulas lipstik nude elegan. Ada dorongan kuat di mata pria itu. Dorongan untuk mencium. Dorongan untuk mengklaim.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Ditikam CInta 2

Ditikam CInta 2

Ujar Aarav “Hmmm aku akan mengungkapkan kedunia bahwa kau adalah kekasiku, aku janji.” Ujar Bora, lalu Aarav tersenyum kemudian ia berdiri dan mencium Bora yang berada di hadapannya. Bora langsung merangkul leher Aarav dan membalas ciuman hangatnya. Aarav dan Bora terus berciuman hingga menuju kekamar. Aarav terus membelai Punggung Bora sedangkan Bora membelai Rambut serta kepala Aarav. Mereka sudah dikamar dimana Aarav membantingkan dirinya ke atas ranjang, dimana Bora masih berdiri dan ia membuka satu persatu kancing baju yang ia kenakan. Aarav meraih tangan Bora dan mereka kembali berciuman di atas ranjang. Aarav mencium Bora dengan penuh rasa cinta sampai Bora tidak bisa melepaskan kehan
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Pembalasan Penyihir Agung

Pembalasan Penyihir Agung

Namun, mata biru dingin Sri Roro hanya menatap balik dengan ketenangan yang menakutkan. Seketika, tangan Sarina yang menggenggam pedang itu mulai gemetar. Ia tertegun menyaksikan tubuh Nado yang meleleh tanpa ampun di hadapannya. Dalam hitungan detik, Sri Roro mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Sarina dan sebelum Sarina bisa menyadari apa yang terjadi, pedang yang ia pegang mulai meleleh sama seperti tubuh Nado di dalam air mancur itu.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Gadis Peliharaan Ketua Gangster

Gadis Peliharaan Ketua Gangster

ucap Yudanta pada Dara yang kembali mencium saat menjawab pertanyaan Yudanta. Seperti diberi kesempatan, Yudanta coba dengan mesra menciumi leher Dara yang sudah berbaring di bawahnya. Ciumannya terus turun sampai dia bertemu dengan dua gunung kembar milik Dara. Sentuhan yang Yudanta berikan membuatnya terpejam. Dia mencengkram selimut, coba untuk melawan rasa takut dan juga kenikmatan yang Yudanta berikan.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Ajari Aku, Mbak Ipar!

Ajari Aku, Mbak Ipar!

Layar ponsel butut milik sang mantan kakak ipar lugunya itu menampilkan film dewasa asal negeri sakura. Di dalam film itu, terdapat sepasang sejoli yang sedang bercinta. Keduanya berciuman dan saling membungkam bibir, di mana di dalam mulut mereka mengulum es batu. Sensasi dingin yang dirasakan kedua sejoli pemeran film biru itu benar-benar nikmat. Buktinya, mereka tak hentinya mendesis dan melenguh panjang lantaran sensasi dingin bercampur nikmat.
1044.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Suntik Lebih Dalam, Dok?

Suntik Lebih Dalam, Dok?

Cup. Sebuah ciuman yang sarat akan rasa sakit, kerinduan, dan keputusasaan yang mendalam. Bibir Carla yang lembut dan sedikit gemetar menekan bibir Hiro dengan penuh tuntutan, seolah mencoba menyedot kembali pria yang dulu pernah menjadi miliknya seutuhnya.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
TERJEBAK PERNIKAHAN PALSU

TERJEBAK PERNIKAHAN PALSU

“Gimana, Nara?” “Rasanya kayak ada yang meledak di sini.” Gadis itu menunujuk dadanya. Tawa Aris membahana. “Om!” Dinara meninju lengan pria itu. “Nara sama pacar belum pernah ciuman?” “Baru mau direncanain.” Dinara menjawab pelan. “Tapi Om udah ngehancurin khayalan Nara. Om Aris udah nyuri ciuman pertama Nara.” Ada sesal yang tergambar dari kalimat gadis itu.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 822 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Gadis Buta Pilihan Sang Tuan Duda

Gadis Buta Pilihan Sang Tuan Duda

Dinda berlari untuk kembali pulang kerumah sederhana yang hanya ia tinggali seorang diri, sementara Rumi yang kembali menangis setelah kepergian Dinda. Melihat Rumi menangis dengan cepat Sukma pun mendekat, mencoba menenangkan sang besan. "Sabar, Bu Rumi. Semua ini memang sulit diterima, Dinda butuh waktu untuk mencerna semua cerita Ibu," ucap Sukma membelai bahu Rumi yang terus bergerak karena sesegukan. Belum menjawab, Rumi yang tiba tiba merasa sakit kepala hingga membuatnya seketika limbung.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai boruto dan sarada ciuman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status