Momen di mana kabar 'Rio Febrian jenuh' mulai beredar terasa samar di linimasa, dan aku ingat betul bagaimana itu berkembang.
Awalnya bukan dari portal berita besar, melainkan dari unggahan di media sosial yang bernada melankolis—caption pendek, story yang penuh jeda, dan beberapa foto tanpa senyum. Fans mulai screenshot dan membagikannya ke grup, lalu dalam hitungan jam screenshot itu dipakai sebagai bahan obrolan di timeline. Dari pengalaman melihat hal seperti ini berkali-kali, biasanya momen 'pertama muncul' memang adalah saat seseorang yang punya banyak pengikut menunjukkan emosi itu secara publik.
Beberapa hari setelah unggahan itu ramai, sejumlah akun hiburan ikut mengangkatnya jadi topik, menulis ulang dengan spekulasi dan opini. Jadi kalau boleh menegaskan: kabar itu pertama kali muncul di ranah media sosial lewat postingan pribadinya, baru kemudian merembet ke forum dan outlet yang lebih luas. Buatku, momen itu lebih terasa sebagai reaksi kolektif fans ketimbang pengumuman resmi.