Pendekar Pedang Naga
“Dengan suasana hutan yang masih asri, tapi juga angker dan penuh hewan buas, kau harus mengadaptasikan diri sebagai penghuni hutan. Ketika terdengar suara aneh, telingamu harus peka. Enaknya punya telinga peka, kau bisa bebas tidur di mana saja sesukamu. Tanpa takut, ada ancaman dari luar.”
“Bergelantung di atas pohon?” tanya Barok.
“Ya silakan saja. Mukamu kan mirip koala, suka rebahan pula!”
“Bocah edan!” bentak Barok singkat.
“Kau itu bocah!?”
“Heh, ingat, aku jauh lebih tua darimu. Coba saja kau bukan murid jebolan Perguruan Kabut Butana, tidak sudi aku menghormatimu, atau menaruh respek padamu!”
Bab Populer