Pendekar Cahaya
Omeshpenginapan puncak untuk pacaranpenginapan anggunpenunggu gunung salakcerita pendaki gunung
Maka ajaknya pada Baroto, “Baiklah, tapi ikuti diriku, kita cari tempat yang lebih luas dan lega.”
“Hahaha, ayo.” Baroto tertawa senang, ucapnya pada Surya Damanik, “Kau di sini saja, siapkan kudanya, aku tak akan lama.”
Bayu menuju ke perbatasan, di balik sebuah bukit ia berhenti. tempat ini dianggapnya cukup terlindung dari pandangan banyak orang.
Baroto langsung bersiap, kegemarannya memang bertarung, siapa pun lawannya ia tidak peduli, yang penting mau meladeninya melemaskan kaki dan tangannya.
人気のチャプター