Menghancurkan Suamiku
Jemarinya mengusap wajahnya, tetapi bukan untuk menikmati sensasi relaksasi, melainkan untuk memastikan bahwa dirinya masih ada, bahwa ia bukan sekadar bayangan yang tersisa setelah setiap malam yang sama ini.
Matanya menangkap bayangannya sendiri di cermin. Wajah cantik, bibir merah yang sedikit bengkak akibat ciuman suaminya, dan mata hazel yang kini tampak semakin kosong. Ia terlihat sempurna, seperti biasa. Tetapi di dalam dirinya, ada kepingan yang terus retak, dan retakan itu semakin melebar.
Tetesan air jatuh dari rambutnya, bercampur dengan air mata yang akhirnya tak bisa ia tahan lebih lama.
Hot Chapters