PETAKA SEKOTAK KURMA
Dia yang masih bekerja di kantor properti tempat Hisyam bekerja dulu, kini harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri dan anaknya yang masih balita.
"Permisi, saya tawarin brosur, siapa tahu minat Bu," ucapnya sambil membagikan brosur perumahan tersebut kepada orang-orang yang lewat. Mungkin tidak menyadari bahwa yang sedang duduk di bawah pohon sengon adalah kami, sehingga dia mendekat dan menawarkan brosur itu.
"Permisi Bu, Ini brosur perumahan kami." Kalimatnya tertahan saat aku dan dia saling bertatapan, wanita itu membeku, brosur yang ada di tangannya hanya mengambang di udara.
Hot Chapters