BUKAN MENANTU KAYA
“Sepertinya saya mau pesan taxi online saja,“ jawabku.
Bu Ustadzah terdiam sejenak. Lalu mengobrol dengan seseorang di balik kemudi. Entah siapa dia, tapi yang pasti bukan Pak Ustadz.
Aku sendiri hanya mematung. Ingin kembali ke rumah, tapi rasanya tak sopan, kalau nyelonong tanpa basa-basi dulu pada Bu Ustadzah.
“Neng, tunggu saja di rumah. Biar kami yang antar kalian ke rumah sakit,“ katanya.
“Alhamdulillah, terimakasih, Ustadzah. Kalau gitu saya pulang. Assalamualaikum,“ ucapku.
Bu Ustadzah mengangguk sambil tersenyum, “waalaikumussalam.“
Saat kembali ke rumah, kulihat Bi Irah tampak mondar-man
Hot Chapters