LETUP
Kepalanya tergeleng sembari sesekali melirik Kaila, seolah tengah mengonfirmasi sebuah teori yang hanya dirangkai dalam kepalanya.
“Gue, sih, bisa dan mau aja bantuin,” ujar Fano, melangkah mendekati Kaila. “Tapi masalahnya gue nggak bawa apa-apa,” lelaki itu menunjukkan tangan kosongnya. “Lo mau ke mana emang?”
Sesaat, gadis itu menatap ragu.
“Beltek,” jawabnya kemudian, menyebutkan nama daerah pemukiman di belakang Fakultas Teknik–di luar area kampus–yang lebih dikenal dengan Beltek–singkatan dari Belakang Teknik.
Hot Chapters