Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Di dalam prisma Tilangkar, suara Cucu menggema: "Kami adalah wajah-wajah yang kalian buang. Puisi-puisi yang kalian bakar. Tapi kami tak lenyap. Kami tumbuh dalam bayang. Dan cahaya yang kalian pancarkan akan menyorot kebenaran juga, bukan hanya kuasa."
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

"Begitulah hidup, Mayang. Ada beberapa hal yang hanya bisa kita simpan di hati. Karena jika kita teriakkan pun orang tidak akan percaya pada kita. Ada begitu banyak hal di dunia ini yang hanya bisa kita batinkan dengan satu kata. Yaitu, mengapa?" Mayang mengangguk. Bu Mitha mengartikan puisi lima menitnya dengan tepat sekali. Dan sisa hari pagi itu mereka isi dengan saling berdeklamasi sesuka hati. Mengeluarkan semua emosi dan pedih di hati dengan untaian kata-kata sarat makna. Mungkin bagi orang yang tidak mengerti seni, mereka berdua bertingkah layaknya orang gila. Padahal sesungguhnya mereka berdua sedang mencurahkan segenap beban di dada.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 950 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

35. Belum Bisa Melupa Bahkan ketika harsa mulai kucecap Ketika kupu-kupu menggelitik jiwa Dan asmaraloka mulai kupintal Semuanya kau hancurkan dalam sekejap Tidak peduli ketika aku mencoba ntuk bangkit Kau terus menekan begitu kuat Oh, Tuan hanya sampai di sini saja kah semuanya? Sebatas drama apik yang kau gelar
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
SANG PENAKLUK MAFIA

SANG PENAKLUK MAFIA

Benarkah dia tidak menginginkan pernikahan ini? Anything you feel, put it all on me Apapun yang kau rasakan, berikan padaku, All of your thoughts, I want everything Semua yang ada di pikiranmu, aku menginginkan semuanya, And when you get sad, like you do sometimes Dan saat kau bersedih, seperti yang terkadang kau lakukan, Put it all on me Berikan semuanya padaku, Put it all on me Berikan semuanya padaku
9.8102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Shadow

Shadow

Who says you're the only one that's hurting? Trust me, that's the price of beauty Who says you're not pretty? Who says you're not beautiful? Who says? It's such a funny thing How nothing's funny when it's you You tell 'em what you mean But they keep whiting out the truth Mauryn menyanyikan lirik itu dengan teriak sambil berjoget tak jelas membuat Luisha dan Bastian tertawa erbahak-bahak. "Kamu kalo gak tau lagunya mending lagu lain aja deh," teriak Luisha masih tertawa.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Tanpa hiasan, tanpa lukisan Beratap jerami, beralaskan tanah Namun semua ini punya kita Memang semua ini milik kita, sendiri Gantian Farel yang menyanyi Hanya alang alang pagar rumah kita Tanya anyelir, tanpa melati Hanya bunga bakung tumbuh di halaman Namun semua itu punya kita Memang semua itu milik kita Setelah Farel menyanyi, giliran Bastian yang menyanyi. Haruskah kita beranjak ke kota Yang penuh dengan tanya Barulah semua anggota tim menyanyi Bersama-sama. Lebih baik di sini, rumah kita sendiri Segala nikmat dan anugerah yang kuasa Semuanya ada di sini Rumah kita "Nah abis ini Nara maju membacakan puisi," ujar Bastian sambil menoleh ke arah Nara, "sedang aku dan Dion tetap memainkan gi
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Bertahan Karena Terlalu Mencintaimu

Bertahan Karena Terlalu Mencintaimu

"Sudah. Mari kita memasuki pelajaran hari ini. Buka bukunya dan cari halaman 90. Di sana, kalian diminta membuat puisi. Tapi, sebelum membuat puisi, Ibu akan ajarkan hal-hal yang penting dalam pembuatan puisi." Hafizah mulai menjelaskan materi yang ia ajarkan hari ini. Setelah puas menjelaskan, Hafizah meminta muridnya membuat puisi singkat sebagai bentuk evaluasi, apakah murid-muridnya paham dengan yang ia ajarkan atau tidak. "Aku akan membuat puisi untuk ibu cantik." Hafizah tersenyum mendengar perkataan dari salah satu muridnya. Tema puisi memang bebas selagi tidak mengandung unsur SARA didalamnya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai buang semua puisi lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status