Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Panglima Kejam

Terjerat Panglima Kejam

Bayu membungkuk hormat, kemudian berbalik dan melangkah keluar, siap menjalankan perintah tuannya. __
822 viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Hanya kebingungan yang tertinggal. “Apa… yang baru saja terjadi?” “Kenapa beast itu tidak menyerang?” “Apakah itu peringatan…?” Di dalam paviliun, Bai Yuer berdiri di dekat jendela, memandang kekacauan dari kejauhan. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Hmm…” gumamnya pelan. “Berisik sekali.”
107.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 300 Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

"Kalau sampai keduanya saling menunggu, lalu kapan pertarungan itu akan terjadi?" Begitulah beberapa tanggapan yang Bayu dengar dari beberapa tempat. Selain kabar yang bagai mengguncang ini, berita peristiwa di istana Sanghyang Dora juga sudah menyebar. Nama Bayu semakin melambung. Tapi tetap saja buat mereka yang sudah merasa senior menganggap pemuda itu bagaikan masih anak ingusan. Sekarang, Bayu sedang mendaki bukit di atas air terjun Cilutung. Air terjun ini terlihat indah menjadi pusat pemandangan.
1012.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 345 Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

​“Di… di meja Anda, Mas. Saya sudah letakkan di sana.” ​Bayu berjalan cepat menuju ruangannya. Bima berusaha mengikutinya dengan langkah kecil. ​“Bima,” panggil Bayu, tanpa menoleh. ​“Y-ya, Mas?” ​“Apakah kamu tahu cara membawakan tas punggung yang berat untuk seorang wanita?” ​Bima mengerjap, bingung dengan pertanyaan aneh itu. “Tas punggung? Ehm… tentu saja, Mas. Di bahu. Kenapa?”
10987 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Badug Brantas kembali berdiri dengan gagah dengan kedua kakinya, tidak terlihat sedikitpun Badug Brantas terluka oleh serangan Bintang. Weerr..! Tiba-tiba saja dari bokong Badug Brantas muncul ekor buaya yang kini mengibas-ngibas ditanah, Bintang cukup terperanjat juga melihat hal itu. “Dasar buaya” ucap Bintang tersenyum. Hiaaah..! Kembali Badug Brantas melesat melancarkan serangannya. Wutttt.. wuttt.. wuttt..!
9.5243.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 9.0K Beses bilang buaya berdiri
Ipakita ang mga Review (65)
Read
+Library
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Basahin ang Lahat ng Review
Agent Bayangan

Agent Bayangan

Gunung Prau memiliki ketinggian yang cukup tinggi, yaitu sekitar 2500 MDPL. Setelah keluar rumah, Denis langsung memakai sandal capitnya dan berjalan melewati halaman depan. Halaman itu masih terbuat dari tanah. Meskipun begitu, seluruh halamannya terlihat bersih, tidak ada satupun rumput yang tumbuh di sekitarnya. Denis berjalan melewati halaman yang cukup luas. Bisa dibilang, halaman depan bahkan lebih besar daripada rumahnya sendiri.
Sikat na Kabanata
1012.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 258 Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
Pendekar Cahaya

Pendekar Cahaya

Akhirnya ia membuat keputusan. Pagi hari sebelum fajar menyingsing, Bayu menunggangi kudanya keluar dari desa ke arah ibukota, tapi di tepi jalan yang terdapat rumput segar dan ada parit yang mengalirkan air jernih, Bayu turun dari kudanya dan menambatkannya pada sebatang pohon dengan tali yang panjang sehingga kudanya bisa makan rumput dan minum air dari parit. Lalu Bayu berjalan kembali ke arah desa. Bayu melihat ke kanan dan kiri mencari tempat yang bisa dipakai untuk bersembunyi menunggu kedatangan gerombolan perampok itu. Ia melihat sebatang pohon mangga yang tinggi dan sangat rimbun daunnya. Bayu memanjat pohon itu dan mencari tempat yang nyaman supaya bisa melihat ke arah desa, tapi t
1018.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 603 Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Bayu terlihat tersenyum canggung sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. “Iya dong, terus aku masa cuma berdiri doang di sini!” jawab Stevia. Basri yang baru saja tiba melihat Bayu dan Stevia sedang berbicara dengan santai. Ia hanya berdiri di jarak yang agak jauh karena merasa sangat canggung jika langsung datang menghampiri Bayu yang sedang bersama Stevia. Namun Bayu yang melihat Basri langsung melambaikan tangannya.
1049.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
Setelah Kau Pergi

Setelah Kau Pergi

Tenang, tetapi tegas. Dua sifat inilah yang mengantarkan Bayu bisa setinggi sekarang ini. Abbas duduk di sofa panjang. Refleks ia mengambil cangkir yang tadi diletakkan Bayu. "Tapi kau harus berbalik dan memulainya dari awal, sama seperti kau mengambil kopi itu. Tapi Anita bukan cangkir, bukan pula kopi. Ia memiliki pilihannya sendiri."
1063.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
SYAIR SINGGASANA 2 : DARAH PARA RAJA

SYAIR SINGGASANA 2 : DARAH PARA RAJA

Namun dari apa yang mereka lihat terhadap Bayu, mereka tahu jika sahabatnya itu sedang berada pada keadaan yang begitu buruk. Bayu kembali mencoba bangkit dan memasang kuda-kuda, namun kembali gagal. Ia hanya berdiri dengan postur yang jauh dari kata bagus. Bahkan para prajurit Anarbuana bertaruh jika angin malam saja sudah sanggup menjatuhkan Bayu dengan cara berdirinya yang memprihatinkan itu.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 72 Beses bilang buaya berdiri
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status