Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Kukuh mengetik pesan dengan cepat: "Pak, gimana? Jadi apa tidak sampean siang ini ditemani cari akik?" Baru saja pesannya terkirim centang dua, si tukang bubur datang menghampirinya. "Ini, Mas, buburnya." Semangkok bubur ayam yang mengepulkan asap harum diletakkan di depan Kukuh. "Makasih, Pak." Kukuh mengambil sendok, bersiap menyantap sarapannya. Namun, tepat ketika ia baru saja mengaduk bubur tersebut, sebuah pemandangan ganjil tertangkap oleh sudut mata kirinya.
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
ALVAREZ

ALVAREZ

"Ya udah, lo mau gado-gado apa bubur?" "Bubur aja deh." "Bubur kacang ijo, bubur sumsum, bubur manado, bubur a—" Athena menghela napas karena capek menertawai kekonyolan Alvarez. "Bubur ayam lah, Kak! Gak sekalian lo tawarin gue bubur bayi?" Alvarez malah terkekeh kecil. "Oke, bubur ayam." "Lo ngelawak ya tadi?!"
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
Mafia's obsession

Mafia's obsession

Mereka turun ke dalam lorong pembuangan yang sudah tak aktif, menyusuri pipa-pipa besar menuju ruangan yang tak tercatat di denah manapun. Aurora memimpin dengan sensor panas. “Suhu meningkat drastis di depan… Tapi tak ada sumber api.” Lorenzo menurunkan senjatanya. “Itu tanda arsitektur kuantum sedang aktif. Kita berhadapan dengan server organik.” Nicolo diam. Ia merasakan detak yang tidak berasal dari dirinya. Seolah sistem di depan mencoba menyapa… mengundang… atau memperingatkan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Bayangannya, rasa bubur gandum sama dengan sereal gandum di zaman modern. “Tapi aku bosan makan nasi. Aku ingin makan bubur gandum kali ini. Jika masih ada, berikan padaku,” ucap Rajendra. “Baik, silakan tunggu sebentar Yang Mulia. Aku akan mengambilkannya untukmu,” ucap Kirana. Tidak perlu waktu lama, Kirana telah kembali dengan membawa satu mangkuk berisi bubur gandum. “Silakan Yang Mulia!” ucap Kirana seraya meletakkan mangkuk ke atas meja.
9.857.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
Hukuman Cinta Darinya

Hukuman Cinta Darinya

"Bibi Lewis, Bibi Lewis, kau tidak perlu menyiapkan bubur lagi. Aku membawa pulang." Bibi Lewis, yang akan mulai menyiapkan bubur, melihat bahwa Sean membawa pulang sebuah wadah besar dan dia juga menjadi sangat penasaran. Namun, karena Tuan Ford mengatakan untuk tidak menyiapkan bubur, dia hanya mengikuti perintahnya. Setengah jam kemudian, Sebastian, Sabrina, dan Aino bangun untuk sarapan, dan mereka semua, terutama Aino, tercengang setelah mereka memakan bubur pertama.
9.32.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80.8K kali sebagai bubur quantum
Tampilkan Ulasan (480)
Baca
+Pustaka
irma
aku suka sebastian dgn sabrina yg sm2 luar biasa.. ceritax nyata bikin baperrr.. aku sm skli tdk keberatan dgn bayaranx, justru sy berterimaksh krn ceritax yg luar biasa, dgn cara membayar kt tdk px hambatan ut trs membacax... aku suka dgn hukuman cintax ................. Love U sebastian n sabrina ...
Dwi Atik Supriatin
ceritanya sosok laki2 penguasa yg kuat bahkan diibaratkan bisa membunuh orang dengan hentikan jari. tapi nyari informasi soal klrg istrinya aja lama bet......... dimana itu kekuatan kekuasaannya Thor.. but, so far... cara nyelesaiin setiap ada konfrontasi dengan Sabrina saya suka. tp mrk berdua naif.
Baca Semua Ulasan
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Namun, bubur ini tidak sederhana karena dia menambahkan bahan khusus di dalamnya. Hanya makan bubur ubi jalar saja akan membuat cepat lapar. Jadi, dia menggunakan blender di ruang ajainnya untuk menghancurkan biskuit yang larut dalam air, lalu diam-diam menambahkannya ke dalam bubur tersebut. Aroma manis susu menyebar, tiga adik kecil masing-masing makan lebih dari setengah mangkuk, sedangkan Yuanbao makan satu mangkuk penuh.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

kata Anjani setelah piring semua orang terisi dengan masakan yang dibuat Mutia tadi. "Ma, ini bubur apa? Kok, aku baru melihat ada bubur dengan kuah santan seperti ini?" tanya si kecil. Dia sudah memasukkan satu sendok ke mulutnya. "Ini bubur Jawa," sahut Mutia. Dia tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
Rahasia Di Balik Tatapan CEO

Rahasia Di Balik Tatapan CEO

Mobil Alexander menyatu dengan arus pagi hari di kota. Dari luar segalanya tampak normal, suara klakson mobil, lampu lalu lintas, dan wajah-wajah lelah yang mengejar rutinitas. Gedung Quantum Vale Corporation menjulang di hadapan mereka dengan menara kaca dan logo berbentuk heliks terbelah dua, simbol riset kehidupan dan batas yang berani mereka langgar. Perusahaan itu bergerak di bidang teknologi eksperimental rekayasa sel, simulasi jaringan saraf makhluk hidup, dan terapi regeneratif yang masih berada di wilayah abu-abu etika.
614 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Tak Berarti Pelakor

Istri Kedua Tak Berarti Pelakor

“Bukan nggak enak, tapi aku mual. Bau buburnya juga aneh gitu.” Rangga mengangkat meraih bubur Hayati dan menghirup aroma bubur itu, tidak menemukan ada yang aneh dengan toping maupun aroma yang menguar. “Nggak kok, ini memang wangi buburnya. Wangi kaldu dan bawang goreng,” jelas Rangga. “Aku suapi ya?” “Nggak mau. Dibilang nggak enak ya nggak enak,” sahut Hayati.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai bubur quantum
Baca
+Pustaka
Kehamilan yang Kusembunyikan

Kehamilan yang Kusembunyikan

"Maaf, Nona. Buburnya butuh waktu untuk dimasak. Buburnya baru saja matang, silakan dinikmati." Pelayan itu menempatkan semangkuk kecil bubur di tempat kosong di sebelah kiri. Melihat bubur itu, Rizki pun agak bingung. Cahya juga tertegun. "No ... Nona Alya, bubur ini ...?" Melihat tampangnya yang terkejut, Alya terkekeh. "Memangnya aku terlihat sejahat itu? Sudah tahu dia punya penyakit lambung, memangnya aku akan menyuruhnya makan makanan ini?"
9.7459.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.9K kali sebagai bubur quantum
Tampilkan Ulasan (79)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
suka membaca
ini novel paling aneh yg gue baca. udh alur cerita tengah2 novel jd aneh banget, udh gitu tamat nya jg gak jelas ngatung bgt, rizky gak tau balik ato gak sm si alya. aneh bgt. gak recommended untuk di baca. tiba2 tamat.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status