Jimat Tali Mayat
"Gak lihat, saya lagi enak-enaknya ngopi?"
Kedua laki-laki itu saling melempar pandang. Sejenak mereka melirik ke arah gelas kopi dan rebus ubi jalar di atas meja di samping tempat duduk Kepala Kampung. Tanpa diberi aba-aba, jakun keduanya turun-naik menelan air liur.
"Kim, kamu yang ngomong, deh," pinta Uyat ragu-ragu untuk memulai berbicara. Balas Sarkim bertanya heran, "Kenapa saya, Pak? Saya—"
Hot Chapters