Pesona Babang Ojol
“Iya, Yah, tunggu sebentar.”
Aku mendekat ke arah gerobak. Ada dua wanita berjilbab memborong bubur. Mereka duduk membelakangiku menatap jalan, sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya. Mereka sedang asyik bermain ponsel, sepertinya mereka suka membaca novel online. Biasanya mereka akan membelikan bubur yang banyak untuk menyambangi anak yang nyantri di pondok pesantren.
Aku memasukkan 20 porsi bubur kacang ijo menjadi dua bagian, masing-masing 10 bungkus. “Ini buburnya, Mbak.”
Hot Chapters