Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gelora Hasrat si Kembar Smith

Gelora Hasrat si Kembar Smith

Dia diam-diam menyuruh salah satu pelayan untuk mengambil buku itu ketika Nadine tak ada, juga setelah James memberi tahu kelebihan-kelebihan Nadine. “Kau menjatuhkan ini di dekat pintu saat pelayan membersihkan kamarmu. Untung saja, aku menemukannya sebelum pelayan itu membuangnya.” Asher mengangkat buku sketsa itu. “Dan aku juga sudah melihat sendiri … ini bukan karya biasa, tapi mendekati masterpiece!” serunya antusias. “Hah?” Meskipun bingung karena isi buku sketsanya hanya gambaran rumah-rumah yang di sekitar tempat tinggal Billy, pipi Nadine merona saat mendengar pujian Asher.
1060.6K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as buku asma nadia
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

“Hai, Nadya.” Mereka duduk berhadapan. Nadya membuka tas kecilnya, lalu mengeluarkan sebuah buku catatan usang berwarna coklat tua. Ia meletakkannya di atas meja, mendorongnya ke arah Dinda. “Ini milik Kak Arsen. Ditemuinya setelah dia… pergi. Aku baru punya keberanian kasih ini sekarang.” Dinda meraih buku itu perlahan. Tangannya sempat bergetar saat menyentuh sampulnya.
88.5K viewsOngoingAdded to Library 254 Times as buku asma nadia
Read
+Library
Asmara Ghina

Asmara Ghina

"Amplop? Perasaan aku nggak naruh apapun di dalam buku. Coba lihat, Za." Amplop kecil dengan warna cokelat tua yang dimaksud Reza kini berpindah tangan. Ghina yakin itu bukan miliknya, bisa jadi milik seseorang yang meminjam buku tersebut sebelum dirinya. Akan tetapi, seingat Ghina, dia sudah memeriksa bagian-bagian dalam buku dan tidak menemukan benda itu. Aneh!
1.8K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as buku asma nadia
Read
+Library
Jalan Takdir Nadhira

Jalan Takdir Nadhira

Ana segera mengambil tas besar di dalam lemari pakaiannya dan mulai memasukkan beberapa baju dan bukunya dengan kasar. "Jangan bilang begitu, Ana. Ini rumah kamu. Lagian Mbah rumahnya juga sebelahan. Kamu nggak perlu angkutin semua barang kamu. Aku minta waktu sebentar saja Ana," bujuk Nadhira. Ana yang saat itu sedang mengemasi buku sekolah dan beberapa bajunya berhenti sejenak. Menatap tajam ke arah Nadhira dengan perasaan yang terluka.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as buku asma nadia
Read
+Library
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

tanya Athalia sekali lagi dengan ragu. “Beneran, kalau nggak boleh, nggak mungkin aku ajak kamu kan?” Senyum Asa terpatri dengan indah di wajah tampannya. “Aku udah bilang Mama, malah Mama yang semangat jadinya.” Keduanya bertukar tawa, lalu Athalia mengangguk dan mengambil buku karangan Sophie Kinsella yang berjudul Can You Keep a Secret? dari rak buku di hadapannya.
4.9K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as buku asma nadia
Read
+Library
Asmara di Atas Ranjang

Asmara di Atas Ranjang

Beau kembali menciumnya. Mereka berada di satu butik yang khusus menyediakan pakaian bayi dan anak kecil. Beau sengaja menyewa seluruh butik untuk beberapa jam ke depan sehingga Aya bisa leluasa berbelanja. Semua berjalan apa adanya, tanpa kendala. Book launching sukses, South Mansion menyabet gelar bestseller hanya dalam hitungan Minggu. PrincePages bahkan memperluas jangkauan terbit. Mereka menerjemahkan book kedua dari trilogy Lost in Love bertajuk South Mansion ke dalam berbagai bahasa. Antusiasme yang tinggi bahkan membuat PrincePages menerima permintaan pencetakan tahap kedua dari berbagai aliansi kerjasama.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as buku asma nadia
Read
+Library
Asmara Ibu Asrama

Asmara Ibu Asrama

Nada suaranya bukan merendah tapi makin naik. "Kamu seyakin itu? Emang kamu mau ngapain?" Astri kesal sekali. Damira begitu pede kalau dia bisa dengan mudah mengatasi Darma. "Justru ini yang aku tunggu, Kakakku yang cantik!" Suara Damira belum mengecil. Nada tinggi juga belum merendah. "Lupa, apa yang aku temukan dengan Davin, siapa Darma itu sebenarnya?"
105.8K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as buku asma nadia
Read
+Library
Malam Pertama yang Tertunda

Malam Pertama yang Tertunda

“Ada yang saya lupa mau tanyakan lagi.” “Ya, Bu. Kenapa?” “Di buku KIA tercatat kalau kamu pernah mengalami asma sampai pingsan?” Nafisa mengangguk pelan, menunduk sejenak sebelum akhirnya kembali mengangkat wajah dengan bibir melengkung tipis. Sebenarnya, ia masih ingat dengan jelas kejadian yang membuatnya sampai terkena serangan asma secara tiba-tiba. Bahkan, bukan hanya itu, ia pun harus menerima vonis tentang jantungnya yang lemah.
9.914.6K viewsCompletedAdded to Library 306 Times as buku asma nadia
Read
+Library
MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

sela Rama mencoba membalikkan keadaan. ​Nadia tersenyum tipis, sebuah senyum kemenangan yang licik. Ia pura-pura menghapus air mata buayanya, lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah map dokumen. Rupanya, ia telah menggeledah lemari kerja Rama dan menemukan surat-surat mansion itu. ​Rama melongo. Ia benar-benar tak menyangka Nadia senekat itu menjual satu-satunya aset berharga miliknya—aset yang dulu sangat ia puja-puja interiornya.
9.9200.9K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as buku asma nadia
Show Reviews (21)
Read
+Library
Ayuwine
Hai semuanya 🤍 Makasih buat kalian yang setia baca kisah Rama ... Buat yang sudah support dan buka koin, aku bener-bener berterima kasih 🫶 Yuk terus lanjut baca dan buka koinnya ya… ceritanya bakal makin seru! Love 🤍
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Lamar Kakak, Nikahi Adiknya

Lamar Kakak, Nikahi Adiknya

Suaranya yang keluar dari bibirnya sedikit bergetar, namun matanya—mata yang biasanya lembut dan penuh kehangatan—kini menatap lurus ke arah Nadia tanpa sedikit pun gentar. "Apa maumu sebenarnya, Mbak Nadia?" tanyanya, nada suaranya bercampur antara ketegangan dan kemarahan yang ia coba tahan. Nadia, yang duduk santai di sofa empuk dengan kaki disilangkan, hanya tersenyum tipis. Senyum itu tidak mencapai matanya; ada sesuatu yang dingin dan licik tersirat di baliknya. Ia mengenakan blus modern berwarna merah tua yang kontras dengan kulitnya yang cerah, memberikan kesan percaya diri yang hampir menekan. Dengan gerakan santai, ia mencondongkan tubuh ke depan, menatap Aisyah dari atas ke bawah
1.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as buku asma nadia
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status