Kesayangan Janda Dan Gadis Desa
Setelah beberapa menit yang terasa begitu intens, Sena perlahan menarik kembali tangannya.
Irma membuka mata perlahan, bernapas terengah-engah. Matanya berbinar-binar menatap Sena dengan pendar rasa kagum dan keterikatan yang kian mendalam.
"Luar biasa, Sena... tubuhku terasa sangat ringan dan segar," bisik Irma sembari meraba dadanya yang masih naik-turun.
"Baguslah," Sena tersenyum tipis. "Sekarang, pulSource lah dan istirahat. Jangan ceritakan soal telepon Adrian tadi malam pada warga. Kita tidak boleh membuat warga panik."