Tunggu Pembalasanku, Mas!
Tentu tidak!
"Yakin? Mungkin kalian tidak menyadari kalau kado tersebut dari aku." Aku menjeda kalimatku sejenak, kemudian melanjutkannya lagi.
"Kado pernikahan dariku adalah membuatmu miskin dan membuat kalian semua menjadi gelandangan. Kado pertama, ibumu dan Mbak Nuni diusir dari rumah papaku. Kedua, wanita ini diusir dari rumah kontrakannya, keesokan harinya kamu dapat kado lagi kan, Mas? Kado pernikahan dari kantor yang berisi surat pemecatan dan itu merupakan kado yang ke tiga. Gimana, Mas? Masih mau kado lagi dariku?"