Satu Malam dengan Bos Baruku
Hanya secarik kertas putih, yang tampak tinggal di atas nakas.
Harry meraih kertas putih itu, yang ternyata di selipkan 1 lembaran uang kertas berwarna merah, kini dia membaca tiap-tiap kalimat yang tertulis di sana.
‘Terima kasih, kau sudah memberikanku kenyamanan kemarin malam. Jika suatu saat kita bertemu lagi, kuharap kau tak mengenaliku. Aku juga berjanji padamu, tidak akan mengingatmu dalam sadarku. Satu lagi, aku hanya bisa memberimu sedikit dari sisa uangku. Sebab aku butuh ongkos untuk pulang.’