Setipis Benang Sutera
Kemudian Lia juga mengeluarkan handphone milik ibunya, dan yang terakhir ia mengeluarkan sebuah buku agenda berwarna maron, sebuah buku yang selalu menemani Ibunya dimana pun beliau berada.
Entah apa isi buku itu, Lia tak pernah membacanya, ibunya pun tak pernah berinisiatif menunjukkan isinya. Merasa penasaran, Lia memutuskan untuk membuka buku tersebut. Lembaran kertas dari buku itu terlihat kusam, tampak berwarna kekuningan, mungkin karena buku itu sudah berumur, tapi walau begitu, buku itu terlihat sangat rapi dan terjaga.
Dibukanya lembar pertama dari buku debgan cover berwarna maroon itu, tampak di sana sebuah goresan pena yang begitu rapih, Lia mulai membacanya,